TEAMWORKS
Mengapa tim menjadi begitu populer?
l Tim biasanya bekerja lebih baik dari pada
individu ketika tugas-tugas yang dilakukan membutuhkan banyak keterampilan,
pendapat dan pengalaman
l Tim memiliki kecakapan untuk berkumpul,
menyebarkan, berkumpul kembali dan membubarkan diri dengan cepat.
l Tim memudahkan partisipasi diri dengan cepat.
Perbedaan antara Kelompok dan Tim
Ø Kelompok kerja adalah kelompok yang
berinteraksi terutama untuk berbagi informasi dan membuat berbagai keputusan
untuk membantu setiap anggota bekerja di daerah area tanggung jawabnya
Ø Tim kerja adalah kelompok yang usaha usaha
individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi dari pada jumlah masukan
individual.
|
|
Kelompok Kerja
|
Tim Kerja
|
|
Tujuan
|
Berbagi informasi
|
Kinerja Kolektif
|
|
Sinergi
|
Netral (terkadang negatif)
|
Positif
|
|
Akuntabilitas
|
Individual
|
Individual dan Mutual
|
|
Keterampilan
|
Acak dan bervariasi
|
Saling melengkapi
|
Jenis-Jenis Tim
a)
Tim
Penyelesaian Masalah (Problem Solving)
Kelompok-kelompok
yang terdiri atas lima sampai dua belas karyawan dari departemen yang sama yang
bertemu selama beberapa jam setiap minggu untuk mendiskusikan berbagai cara
peningkatan kualitas, efisien, dan lingkungan kerja.
Dalam tim ini,
para anggota berbagi ide atau memberikan saran mengenai bagaimana proses dan
metode kerja bisa ditingkatkan, meskipun mereka jarang sekali memiliki wewenang
untuk mengimplementasikan berbagai tindakan yang mereka usulkan secara
unulateral
Contoh:.
b)
Tim
Kerja yang Mengelola diri sendiri
Kelompok-kelompok
yang terdiri atas sepuluh sampai lima belas orang yang memikul tanggung jawab
dari para pengawas mereka terlebih dahulu. Akibatnya, posisi pengawas menjadi
tidak begitu penting.
Contoh self managed: Robbins mencontohkan Xerox, General Motors, CoorsBrewing, PepsiCO, Hewlett-Packard, Honeywell, M&M/Mars, dan Aetna Life sebagai contoh sejumlah nama
perusahaan populer yang telah mengimplementasikan konsep tim self-managed work.
c)
Tim
Lintas Fungsional
Para
karyawan yang berasal dari tingkatan hierarkis yang kurang lebih sama, tetapi
dari berbagai bidang pekerjaan yang berbeda, yang berkumpul untuk menyelesaikan
tugas.
Tim lintas fungsional merupakan cara efektif
yang memungkinkan orang-orang dari berbagai area yang berbeda di dalam sebuah
organisasi (atau bahkan diantara organisasi-organisasi) untuk bertukar
informasi, mengembangkan ide-ide baru dan menyelesaikan banyak masalah, dan
mengoordinasi berbagai proyek yang rumit.).
Contoh Cross Functional :
Kepanitiaan Wisuda di bagi
beberapa divisi , ada divisi keamanan , dan lain sebagainya.
Toyota, Honda, Nissan, BMW, GeneralMotors, Ford, dan DaimlerChrysler.
masih menurut Robbins, antara
tahun 1999 hingga Juni 2000 manajemen senior IBM menarik 21 pekerja dari
sekitar 100 ribu staf teknologi informasinya guna meminta saran bagaimana
perusahaan bisa cepat menyelesaikan proyek dan memasarkan produk secara cepat
ke pasar. Ke-21 anggota dipilih karena mereka punya karakteristik yang
serupa dimana mereka pernah berhasil memimpin proyek-proyek berjangka cepat. “Speed
Team”, demikian julukan tim tersebut, bekerja selama 8 bulan saling berbagi
informasi, menguji perbedaan antara proyek-proyek berjangka cepat dan lambat,
dan mereka mampu melahirkan rekomendasi-rekomendasi seputar bagaimana IBM bisa
mempercepat produksinya.
d)
Tim
Lintas Virtual
Tim
yang menggunakan teknologi komputer untuk menyatukan anggota anggota yang
terpisah secara fisik guna mencapai tujuan bersama.
Tim virtual bisa melakukan semua hal yang
dilakukan oleh tim yang lain. Berbagai informasi, membuat berbagai keputusan
dan menyelesaikan tugas. Tim ini juga bisa beranggotakan dari organisasi yang
sama atau menghubungkan para anggota sebuah organisasi dengan para karyawan
dari berbagai organisasi lain (seperti pemasok dan rekan-rekan bersama).
Contoh tim virtual : perusahaan
seperti Hewlett-Packard, Boeing, Ford, VeriFone, danRoyal
Dutch/Shell menjadi pengguna
utama Tim Virtual ini. VeriFone,
contoh Robbins lebih lanjut, adalah perusahaan perakit mesin pembaca informasi
kartu kredit, di mana penggunaan Tim Virtual-nya memungkinkan 3000 karyawannya,
yang berlokasi di seluruh penjuru dunia, untuk kerja bersama mendesain proyek,
merencanakan pemasaran, dan membuat presentasi penjualan.
Creating Effective Teams
Ada 4 kategori komponen
kunci dalam membentuk suatu kelompok yang efektif:
• Work Design
Desain kerja yang
mengijinkan pekerja melihat bagaimana metode kerja, layout kerjasama antara
pekerja dengan mesin adalah work design. Dibagi menjadi beberapa kategori
seperti kebebasan dan kemandirian, kesempatan untuk memanfaatkan kemampuan dan
talenta yang berbeda, kemampuan untuk mengidentifikasi tugas, dan bekerja pada
tugas atau proyek yang memiliki dampak yang substansial pada yang lainnya.
Misal : Apabila setiap
anggota memiliki work design yang jelas maka tidak akan terjadi kebingungan,
apakah yang harus dikerjakan, mana yang tugas miliknya atau tugasnya akan
berhubungan dengan siapa.
• Composition
Kategori ini memasukkan variabel yang terkait bagaimana
tim dapat dibentuk menjadi staf.
o Kemampuan anggota tim
Sebuah tim membutuhkan 3
tipe kemampuan, yaitu keahlian teknis, mampu memecahkan masalah dan mengambil
keputusan serta kemampuan interpersonal.
o Personalitas
Kepribadian seseorang
sangat mempengaruhi perilaku seseorang dalam sebuah organisasi.
Contoh: Seseorang dengan
keterbukaan yang tinggi akan menerima ide dan memberikan ide lebih aktif
daripada yang keterbukaannya rendah. Sehingga berpengaruh pada kinerjanya.
o Alokasi peran
Setiap tim memiliki
kebutuhan yang berbeda, jadi tiap anggota harus dipilih untuk memastikan bahwa
tiap peran telah terisi dengan baik. Supaya efektif, tiap anggota harus
dialokasikan ke bidang yang memang disukai oleh anggota tersebut.
o Keanekaragaman dalam tim
Apabila keanekaragaman
itu dapat dimanfaatkan dengan tepat maka keanekaragaman tersebut dapat
berdampak positif.
o Ukuran tim
Untuk membentuk tim yang
efektif sedikitnya terdiri dari 4 orang, paling banyak 12 orang.
o Fleksibilitas anggota
Apabila anggota tim
memiliki kemampuan adaptasi yang baik maka ini menjadi kelebihan bagi tim
karena tim menjadi tidak bergantung pada satu orang saja.
o Preferensi anggota
Untuk membentuk tim yang
efektif maka harus dilihat juga keinginan dari anggota itu sendiri.
• Kontekstual
Ada tiga kontekstual yang
berpengaruh signifikan terhadap performa tim, antara lain:
o Sumber-sumber yang memadai
Tim dapat menghasilkan
kinerja yang baik juga tergantung pada sumber daya yang disediakan oleh
organisasi di luar tim.
Misal : Manajemen
perusahaan juga harus mendukung jalannya sebuah organisasi yang efektif,
sehingga bisa saling membantu.
o Kepemimpinan dan struktur
Agar tim dapat berjalan
dengan baik struktur di dalamnya harus jelas, sehingga tugas yang dilakukan
memilik hasil yang optimal.
Misal : Tiap anggota tahu
harus ke mana untuk mempertanggungjawabkan tugasnya.
o Performa evaluasi dan sistem hadiah
Untuk dapat memotivasi
anggota tim juga dapat dilakukan lewat evaluasi individu dan pemberian hadiah.
Misal : Dengan adanya
sistem hadiah maka anggota tim pemasaran dapat memaksimalkan penjualan di bulan
tertentu.
·
Proses
Hal lain yang berkaitan
dengan keefektifan tim adalah variabel proses. Pada komponen ini hal-hal yang
terkait adalah :
o
Tujuan Bersama. Misal : Sebuah tim pemasaran perusahaan memiliki target
penjualan harus naik 25% dari penjualan bulan sebelumnya.
o
Specific Goals. Misal : Sebuah tim pengembangan produk menargetkan bahwa
dalam 2 bulan sebuah produk baru harus tercipta dan dapat dipasarkan.
o
Team Efficacy : Keefektifan tim mempunyai kepercayaan tersendiri, mereka
percaya mereka dapat sukses. Kita menyebutnya kekuatan tim.
o
Conflict Levels. Misal : Apabila dalam sebuah tim terjadi konflik maka
konflik tersebut dapat dijadikan bahan untuk evaluasi sehingga lebih baik.
o
Social loafing : seorang individu
dapat bersembunyi dalam sebuah kelompok.
SHAPING TEAM PLAYERS
Beberapa alternative yang
bisa dilakukan manajer untuk merubah individualistis menjadi pekerja dalam team
:
• Selection
Untuk menggaji karyawan
yang bekerja dalam team, manajer harus yakin bahwa karyawan itu benar – benar
memenuhi kriteria team dan dapat bekerja dengan baik dalam team sehingga
penggajiannya layak diterima.
• Training
Sifat individualistis
bisa dilatih untuk menjadi sifat anggota team. Pelatih training menyediakan
sarana latihan agar karyawan bisa merasakan kepuasan bekerja sama dalam team.
• Rewards
Sistem reward dibutuhkan
untuk mendorong perkembangan anggota team.
Contohnya adalah Hallmark
Cards, Inc. yang menawarkan bonus tahunan bila tujuan team tercapai.
CONTEMPORARY ISSUES IN
MANAGING TEAMS
Dalam bagian ini ada tiga
issue yang berhubungan dengan mengelola tim :
1. Bagaimana tim memfasilitasi adaptasi dari total quality
management?
2. Apa implikasi dari workforce diversity dalam performa tim?
3. Bagaimana management dapat mengembalikan performa kerja
dalam sebuah tim yang tersendat?
TEAMS AND TOTAL QUALITY
MANAGEMENT (TQM)
Esensi dari TQM adalah
proses perbaikan, dan keterlibatan karyawan merupakan suatu hal yang penting
dalam proses perbaikan. Ford mengidentifikasi 5 sasaran, tim tersebut harus :
1. Cukup kecil untuk menjadi efisien dan efektif
2. Terlatih dalam kemampuan (skill) yang akan di butuhkan
3. Mempunyai alokasi waktu yang cukup untuk memecahkan masalah
yang dituju
4. Diberikan wewenang untuk mengatasi masalah dan menerapkan
perbaikan
5. Setiap tim memiliki perwakilan yang di tunjuk dalam
pekerjaannya untuk dapat menyiasati hambatan yang timbul
TEAMS AND WORKFORCE
DIVERSITY
Perbedaan menyediakan
perspektif baru dalam masalah, tetapi perbedaan juga membuat tim menjadi susah
bersatu dan mencapai kesepakatan. Tim yang heterogen memberikan banyak
perspektif untuk di diskusikan yang menaikan kemungkinan adanya berbagai macam
solusi yang unik dan kreatif. potensi negatif dari perbedaan : menghalangi
suatu kepaduan dalam kelompok, namun pada bab sebelumnya kita menemukan
kesatuan dan produktifitas kelompok yang sesuai oleh hal yang terkait dengan
norma – norma. Kami menyarankan bahwa norma pada tim adalah mendukung suatu
perbedaan, selanjutnya sebuah tim dapat memaksimalkan heterogen ketika pada
waktu yang sama mendapat keuntungan dari tingkat kesatuan yang tinggi.
TEAMS AND WORKFORCE
DIVERSITY
Perbedaan menyediakan
perspektif baru dalam masalah, tetapi perbedaan juga membuat tim menjadi susah
bersatu dan mencapai kesepakatan.
Suatu hal yang utama
untuk perbedaan dalam kerja tim adalah ketika tim yang terlibat dalam pemecahan
masalah dan tugas pengambilan keputusan. Tim yang heterogen memberikan banyak
perspektif untuk di diskusikan yang menaikan kemungkinan adanya berbagai macam
solusi yang unik dan kreatif. Selain itu, kurangnya pemikiran yang sama
biasanya membuat tim yang berbeda menghabiskan banyak waktu dalam mendiskusikan
banyak masalah yang mana dapat mengurangi kesempatan pemilihan alternatif yang
lemah
Keuntungan :
- Berbagai perspektif
- Keterbukaan yang lebih besar untuk ide – ide yang baru
- Beberapa interpretasi
- Meningkatkan kreatifitas
- Meningkatkan fleksibilitas
- Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
Kerugian :
- Ambigu
- Kompleksitas
- Kebingungan
- Kesalahan komunikasi
- Kesulitan dalam mencapai kesepakatan tunggal
- Kesulitan dalam menyetujui tindakan spesifik
REINVIGORATING MATURE
TEAMS
Sebuah tim yang dewasa
(matang) sangat rentan terhadap pemikiran kelompoknya. Para anggota mulai
percaya bahwa mereka dapat membaca pikiran setiap orang sehingga mereka
mengamsumsikan bahwa mereka tau apa yang setiap orang pikirkan. Akibatnya,
anggota tim menjadi enggan untuk mengungkapkan pikiran mereka dan kemungkinan
kurangnya tantangan pada setiap orang.
Sumber lain masalah untuk
tim dewasa adalah bahwa kesuksesan awal mereka sering kali dengan mengambil tugas – tugas yang mudah.
Tetapi dengan berjalannya waktu, masalah yang mudah menjadi terpecahkan dan tim
harus mulai menghadapi isu – isu yang lebih susah. Sebagai hasilnya terkadang
dapat membawa bencana, konflik meningkat karena masalah – masalah yang terjadi
semakin memiliki solusi yang tidak pasti dan performa tim dapat turun.
Apa yang dapat dilakukan
untuk dapat memperkuat mature team? Ada 4 saran :
1. Menyiapkan para anggota untuk berhadapan dengan masalah
pendewasaan
Mengingatkan anggota tim
bahwa mereka tidak unik, semua tim yang sukses harus berhadapan dengan
persoalan yang mendewasa (kompleks).
2. Memberikan pelatihan yang menyegarkan
Ketika anggota tim
mengalami keputusasaan pelatihan tersebut memungkin dapat membantu untuk
menyediakan sarana pelatihan dalam komunikasi, konflik resolusi pemecahan
masalah, tim proses, dan kemampuan lainnya..
3. Memberikan pelatihan lanjutan
Keahlian yang digunakan
pada masalah yang mudah belum tentu cukup untuk digunakan pada masalah yang
lebih kompleks. Sehingga mature team sering mendapatkan keuntungan dari pelatihan
lanjutan untuk membantu para anggota dalam menghasilkan pemecahan masalah yang
lebih baik, hubungan yang lebih kuat, kemampuan teknis yang lebih baik.
4. Mendorong tim untuk menganggap pengembangan yang telah
dilakukan sebagai pengalaman
Tim harus melihat lebih dari satu cara
untuk adanya peningkatan, untuk menghadapi ketakutan dan kegagalan para
anggota, dan menggunakan konflik sebagai kesempatan untuk pembelajaran.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar