Rabu, 14 Mei 2014

Communications

  Communications


PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol, sinyal, maupun perilaku atau tindakan. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masihdapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnyatersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasinonverbal.

FUNGSI KOMUNIKASI
a)      Sebagai Komunikasi Ekspresif
Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi)kita. Perasaan –perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal.Perasaan saying, peduli,rindu, simpati,gembira,sedih,takut,prihatin,marah dan benci dapat disampaikan lewat kata-kata namun bisa disampaikan secara lebih ekspresif lewat  perilaku nonverbal.
Contoh: Seorang ibu menunjukkan kasih sayangnya dengan membelai rambutnya.

b)      Sebagai Informasi
Informasi akurat diperlukan oleh beberapa bagian masyarakat untuk bahan dalam pembuatan keputusan. Informasi dapat dikaji secara mendalam sehingga melahirkan teori baru dengan demikian akan menambah perkembangan ilmu pengetahuan. Informasi disampaikan pada masyarakat melalui berbagai tatanan komunikasi,tetapi yang lebih banyak melalui kegiatan mass communication.
Contoh : Suatu perusahaan mengalami penurunan dalam penjualannya pada bulan ini, maka ia membutuhkan beberapa informasi tentang penyebab dan cara mengatasi hal tersebut.

c)      Sebagai Control
Komunikasi dalam pandangan fungsi kontroll adalah sebagai cara untuk mengetahui apakah orang lain tetap sesuai pada jalur yang ditetapkan oleh kita atau tidak , dan juga mengetahui bagaimana keadaan orang lain sehingga kita bisa memutuskan sesuatu yang sesuai dengan keadaan orang tersebut. Ada dua jenis fungsi komunikasi sebagai control:
  • ·         Formal (mengikuti peraturan yang ada)

Contoh: Seorang Manajer mengomtrol kinerja karyawannya agar sesuai dengan prosedur yang dijalankan.
  • ·         Informal  (berdasarkan rumor)           

d)     Sebagai Motivasi
 sebagai alat untuk memberikan motivasi kepada orang lain, fungsi motivasi dan control pada komunikasi, menurut saya agak hampir sama tujuannya, yaitu untuk memastikan, apakah orang lain tetap pada jalur yang kita inginkan atau tidak, jika fungsi kontrol menggunakan cara yang lebih force(memaksa dan memberikan konsekuensi2 nyata), fungsi motivasi lebih kepada cara-cara yang sifatnya soft, lembut namun biasanya langsung mengarah kepada nuraninya
Contoh: Ketika atasan anda memberitahukan kepada anda cara bekerja yang baik, atau mengikutsertakan anda dalam pelatihan guna peningkatan kinerja anda, maka ia sedang memotivasi anda

PROSES KOMUNIKASI


Diagram Proses Komunikasi


1.      Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide  untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan   dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas. Materi pesan dapat berupa : Informasi, ajakan, rencana kerja, dan pertanyaan dan sebagainya

2.      Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat      dipahami oleh  orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan  penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.

3.      Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,  papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan  yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.

4.      Mengartikan kode/isyarat
Setelah  pesan diterima  melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka  si penerima pesan  harus dapat mengartikan  simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

5.      Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code/isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim

6.      Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting  bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung  yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak. Balikan yang diberikan oleh orang lain  didapat dari pengamatan pemberi balikan  terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan  menggambarkan perilaku penerima pesan  sebagai reaksi  dari pesan  yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan  kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

7.      Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi  akan tetapi mempunyai pengaruh dalam  proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah  hal yang  merintangi atau menghambat  komunikasi  sehingga penerima salah menafsirkan pesan  yang diterimanya.

DIRECTION OF COMMUNICATION
Komunikasi terbagi dalam 2 model:
a)      Komunikasi Vertikal;
1.      Downward communication yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
o   Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
o   Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
o   Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
o    Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
Contoh: Pemimpin memberikan intruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat.

2.      Upward communication, yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan ke atasannya.Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah :
o   Penyampaian informasi tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
o    Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
o    Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
o   Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
Contoh: Karyawan memberikan laporan, saran, pengaduan dan kritikan kepada atasan.

b)      Lateral
Horizontal Communication, yaitu tindak komunikasi ini berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan setara. Fungsi arus komunikasi horizontal adalah:
o   Memperbaiki koordinasi tugas
o   Upaya pemecahan masalah
o   Saling berbagi informasi
o   Upaya pemecahan konflik
o    Membina hubungan melalui kegiatan bersama.
Contoh:  di dalam tim, diantara kepala departemen dan diantara pengkoordiansi dan peranan penghubung

MEDIA KOMUNIKASI
Media komunikasi adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mempermudah penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain, untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Jenis-jenis media komunikasi:
1.      Tatap muka, termasuk video conference.
2.      Komunikasi verbal via elektronik, misal: telepon.
3.      Komunikasi tertulis personal, misal: surat dan email.
4.      Komunikasi tertulis non personal, misal: newsletter dan laporan.

Information Richness and Media Type
Komunikasi nonverbal adalah proses menyampaikan informasi melalui bahasa tubuh bukan melalui kata-kata ataupun tulisan.
- Komunikasi nonverbal memainkan peran besar dalam apa yang dikomunikasikan,karena dapat mewakili perasaan atau pikiran yang tak dapat disampaikan dengan kata-kata hanya melalui gerakan-gerakan tubuh kita.
b. Bentuk komunikasi nonverbal meliputi (mengulas contoh-contoh spesifik dalam teks).
• Bahasa tubuh seperti gerak tubuh, kontak mata, raut wajah, dan postur tubuh.
   Contoh : ketika kita marah dan tidak bisa menyampaikannya melalui kata-kata,maka kita dapat menyampaikannya melalui ekspresi muka,dengan cemberut atau bibir di tekuk.
• Proxemiks yaitu jumlah ruang pribadi
• Bahasa Object seperti barang fisik
• Paralanguage seperti nada, kecepatan, kenyaringan, dan aksen
    Contoh : ketika dosen marah,nada bicaranya menjadi naik daripada biasanya.

Formal Small-Group Networks
 Di dalam jaringan ini terdapat tiga kelompok kecil.
1.         The chain (rantai) :
-  Bersifat mengikuti rantai formal komando.
2.         The whell (roda)
- Bergantung pada tokoh utama untuk bertindak sebagai saluran untuk semua komunikasi dalam kelompok.
Contoh : di dalam sebuah rapat dewan,ketua dewan pimpinan menyampaikan bahwa semua anggota nya harus berpartisipasi aktif dalam setiap rapat.Maka semua anggotanya,berusaha menyalurkan ide mereka dan menyampaikan setuju atau tidaknya dalam setiap argumen anggota lain.
3.         The all-channel (semua jaringan) :
- Jaringan ini paling sering dilakukan dalam praktek oleh tim yang dikelolah sendiri, dimana semua anggota kelompok bebas untuk berkontribusi dan ada satu orang yang berperan sebagai ketuanya.
Contoh: dalam sebuah kepanitiaan OSIS, setiap anggota bebas untuk berkontribusi dalam menyalurkan dan menyampaikan ide – ide mereka dan ada anggota yang berperan sebagai ketua OSIS yang menjadi pimpinan mereka.

•           Grapevine
Grapevine adalah jaringan komunikasi di dalam sebuah grup yang bersifat informal. Walaupun grapevine bersifat informal.
              Grapevine mempunyai 3 macam karakteristik.
1.Tidak dikontrol oleh manajemen
2.Hal itu dirasakan oleh sebagian besar karyawan sebagai yang lebih dipercaya dan diandalkan dibandingkan komunikasi resmi yang dikeluarkan oleh manajemen puncak.
3.Sebagian besar digunakan untuk melayani kepentingan diri dari orang-orang di dalamnya.
Ada bukti yang menunjukkan 75% dari informasi yang mengalir sepanjang grapevine akurat .
Biasanya rumor sering ada bila ada gosip. Ini jarang terjadi. Rumor ada karena ada keambiguan dalam diri kita,adanya ketidakpastian informasi. Faktanya, situasi kerja biasanya mengandung 3 elemen yang menjelaskan bagaimana rumor berkembang di organisasi..
Saran mengurangi konsekuensi negatif dari rumor :
»          Mengumumkan jadwal yang jelas untuk pengambilan keputusan
»          Menjelaskan keputusan dan tindakan yang mungkin muncul tidak konsisten atau rahasia
»          menekankan Kelemahan, sebaik mungkin seperti kelebihan, keputusan saat ini dan rencana masa depan
»          mendiskusikan secara terbuka kemungkinan adanya kasus terburuk.

  • Komunikasi dibantu komputer
komunikasi akhir-akhir ini di perusahaan semakin berkembang dan diperkaya dengan bantuan teknologi komputer. Hal-hal ini termasuk E-mail, intranet dan extranet links, video conferencing,
»     E-mail
Sebagai alat komunikasi E-mail mempunyai keuntungan yaitu :
§  Bisa ditulis, diedit dan disimpan dengan cepat
§  Dapat didistribusikan ke satu orang atau banyak orang hanya dengan sekali klik di mouse 
§  Dapat dibaca secara keseluruhan dengan nyaman oleh pembaca
§  Biaya pengiriman email formal kepada karyawan lebih murah jika dibandingkan dengan biaya untuk print, duplikat, dan mendistribusikan ke dalam brosur atau surat yang sesuai.
Selain memiliki banyak keuntungan Email juga memiliki kekurangan yaitu :
§  membaca, menyerap, dan menanggapi inflow tersebut benar-benar dapat mengkonsumsi sepanjang hari karyawan
§  karyawan sulit membedakan email penting dari junk mail dan pesan yang tak relevan
§  konten emosional yang kurang
§  email cenderung dingin dan impersonal  hal ini tidak ideal sebagai sarana untuk menyampaikan informasi seperti PHK, penutupan pabrik, atau pesan lain yang mungkin membangkitkan tanggapan emosional dan membutuhkan empati atau dukungan sosial.

Sambungan Intranet dan Ekstranet
Intranet adalah jaringan informasi bersifat privat yang terlihat dan bertindak seperti situs web tetapi hanya orang-orang dalam suatu organisasi yang memiliki akses.
Contoh : Di UK Petra jaringannya saling tersambung satu sama lain di puskomnya.
Pertemuan Video atau Videoconferencing
Videoconferencing adalah perluasan sistem intranet dan ekstranet sehingga memudahkan komunikasi di tempat berbeda.
Contoh: Perusahaan yang sedang mengadakan kerjasama sudah tidak perlu lagi saling bertatap muka untuk deal kerjasamanya. Mereka hanya perlu melakukan videoconferencing dengan pihak yang bersangkutan.
Kesimpulan
Perkembangan komputer telah merubah cara berkomunikasi. Semakin mudahnya komunikasi tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang ingin ditemui membuat pekerja tidak harus berada di kantornya. Melalui komunikasi dengan handphone, pager, email sudah bisa mendapatkan hasil komunikasi. Sehingga akhirnya hierarki suatu kerja suatu perusahaan juga dapat berubah.

Pilihan Saluran Komunikasi
Saluran komunikasi yang baik adalah saluran komunikasi yang dapat menangani tanda buruk secara serentak, mendapat tanggapan yang cepat dan sangat personal.

Hambatan Untuk Komunikasi Yang Efektif
- Filtering ( penyaringan)
Filtering mengacu pada manipulasi informasi yang dimaksudkan pengirim sehingga bisa diterima lebih baik oleh penerima. Contoh: Karena tidak ingin manajer marah maka seorang karyawan tidak melaporkan msalah-masalah yang terjadi, jadi ia hanya melaporkan hal-hal positif saja.
- Selective Perception (Memilih Tanggapan)
Berkomunikasi dengan memproses apa yang mereka lihat dan dengar berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang, dan karakteristik lain mereka. Contoh: orang cenderung meilhat seseorang yang bertato adalah orang yang pergaulannya kurang baik. Padahal belum tentu semua orang seperti yang dikiranya itu.
- Information Overload (Kelebihan Informasi)
Adanya kapasitas seseorang untuk menerima informasi, maka apabila seseorang mendapatkan informasi yang melebihi kapasitas maka informasi tersebut cenderung diabaikan, dilewati atau dilupakan. Mengkin juga untuk ditunda prosesnya setelah situasi overload selesai.
- Emotions
Emosi dapat mengganggu proses berpikir rasional dan objektif. Contoh: Sepasang saudara bekerja di perusahaan yang sama. Tapi jabatan mereka berbeda, satu menjadi kepala bagian, satunya menjadi karyawannya, kemudian yang karyawan melakukan suatu kesalahan, karena ada pengaruh emosi berupa emosi kekeluargaan maka sang kepala bagian tidak dapat menegur dengan profesional.
-Language (Bahasa)
Kata-kata berarti berbeda untuk orang yang berbeda. Usia, pendidikan, budaya adalah 3 variabel yang jelas mempengaruhi bahasa yang digunakan seseorang dan arti yang diberikan. Dalam organisasi, karyawan biasanya berasal dari latar belakang yang berbeda. Tetapi seringkali seseorang menganggap kata-kata atau istilah yang digunakan memiliki pengertian yang sama dengan penerima. Dan seringkali itu tidak sama.
-Communication Apprehension (Ketakutan Komunikasi)
Sebagian orang diperkirakan 5-20% dari populasi menderita ketakutan/kekhawatiran dalam berkomunikasi. Meskipun banyak orang yang takut berbicara di depan sebuah grup ketakutan komunikasi menimbulkan masalah pada seluruh komunikasi yang terjalin. Hampir semua pekerjaan kini membutuhkan komunikasi langsung. Jadi kita perlu sadar jika ada orang-orang  dalam organisasi yang membatasi diri dalam berkomunikasi dan mengatakan kepada mereka bahwa komunikasi lebih dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif.

Isu-Isu Terkini dalam Komunikasi
Kali ini kita membahas 4 isu terkait dengan komunikasi dalam organisasi
1.         Penghalang Komunikasi antara Laki-Laki dan Perempuan
Secara khusus penelitian oleh Deborah Tannen menjelaskan mengapa gender sering menciptakan penghalang komunikasi. Laki-laki sering komplain tentang perempuan yang terus menerus menceritakan masalahnya dan perempuan mengkritik laki-laki yang tidak mau mendengarkan. Banyak perempuan, di lain sisi menceritakan masalah untuk mendapat dukungan dan koneksi, bukan untuk mendapat saran dari laki-laki.
Laki-laki cenderung lebih terus terang daripada perempuan dalam hal komunikasi, perempuan mengurangi kesombongan daripada laki-laki. Pada akhirnya laki-laki mengkritik perempuan karena meminta maaf sepanjang waktu karena melihat itu sebagai kelemaha n karena mengekspresikan penyesalan dan patut untuk disalahkan. Bagi perempuan minta maaf adalah bentuk dari pengertian dan kepedulian terhadap perasaan orang lain.
2.         Diam sebagai Komunikasi
Diam-diartikan sebagai ketiadaan pembicaraan atau suara- secara umum tidak dijadikan sebagai bentuk komunikasi karena tidak menampilkan tindakan atau sikap. Tapi diam belum tentu tidak melakukan tindakan karena bisa jadi menjadi bentuk kekuatan dalam komunikasi. Diam berarti seseorang sedang berpikir atau merenungkan respons terhadap pertanyaan. Jadi terkadang  pesan dalam komunikasi terkubur dalam keheningan.
3.         “Politically Correct” Communication
Banyak dari kita sangat sadar dengan apa yang kita ucapkan untuk mencerminkan kebenaran secara politis. Misalnya kita telah menghapus kata cacat, buta, tua dari perbendaharaan kita dan menggantinya dengan secara fisik, menantang, tunanetra, dan senior.
Kita harus sensitif terhadap perasaan orang lain di tengah perbedaan. Kata-kata tertentu dapat mengintimidasi dan mengganggu orang lain.

•           Komunikasi lintas budaya
Faktor lintas budaya menciptakan peningkatan masalah komunikasi yang potensial. Contohnya adalah tanda “V” for victory sign di kebanyakan negara dianggap sebagai victory atau peace tetapi di Inggris, itu berarti “terserah anda!!”.
»          Hambatan budaya
Ada 4 problem yang spesifik terkait dengan kesulitan bahasa dalam komunikasi lintas budaya :
         Hambatan yang disebabkan oleh semantik
Seperti apa yang telah dikatakan tadi, kata-kata memiliki makna yang berbeda bagi orang yang berbeda. Hal ini berlaku terutama untuk orang yang berasal dari budaya negara yang berbeda.
         Hambatan yang disebabkan oleh kata-kata konotasi
Kata-kata menyiratkan hal yang berbeda dalam bahasa yang berbeda.
Contohnya adalah negosiasi antara eksekutif Jepang dan Amerika, akan membawa lebih banyak kesulitan kata-kata Jepang “hai” jika ditranslate akan memiliki arti iya, tetapi konotasinya bisa saja “ya saya mendengarkan” daripada “ya saya setuju”
         Hambatan yand disebabkan oleh perbedaan nada
Di beberapa budaya, bahasa itu bersifat formal, tetapi dalam kasus lain dapat bersifat informal. Di beberapa budaya, nada bicara berubah sesuai konteks : orang berbicara dengan cara yang berbeda di rumah, di situasi sosial dan di tempat kerja.  Menggunakan style bicara yang tidak informal dimana situasi formal diharapkan dapat memalukan.
         Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan antara persepsi
Orang yang berbicara dalam bahasa yang berbeda biasanya melihat dengan cara yang berbeda.
Contohnya adalah orang Thailand melihat kata “tidak” secara berbeda dengan orang Amerika.

Konteks Budaya
Negara-negara seperti Cina , korea , jepang , dan vietnam adalah budaya konteks tinggi . mereka sangat bergantung pada isyarat situasional non verbal dan halus ketika berkomunikasi dengan lainnya . apa yang tidak dikatakan mungkin lebih penting dari apa yang dikatakan .Sebaliknya, orang-orang dari Eropa dan Amerika Utara mencerminkan ada budaya konteks rendah. mereka pada dasarnya bergantung pada kata-kata.
Perbedaan kontekstual sangat berarti dalam komunikasi :
1.         komunikasi dalam budaya contect tinggi berarti jauh lebih percaya oleh kedua belah pihak. Contoh : . bagi orang luar, seperti percakapan santai dan tidak signifikan penting karena mencerminkan keinginan untuk membangun hubungan dan menciptakan kepercayaan.
2.         konteks budaya rendah, kontrak dilaksanakan akan cenderung secara tertulis, tepatnya worded, dan sangat legalistik. Contoh : budaya konteks rendah menghargai keterusterangan. Manajer, manajer diharapkan tepat dalam menyampaikan makna yang dimaksudkan.
Panduan budaya
ketika berkomunikasi dengan orang-orang dari budaya yang berbeda , kita dapat mengurangi kesalahpahaman , salah tafsir , dan kesalahan dalam penilaian dengan 4 cara :
1.         . Menganggap perbedaan sampai kesamaan terbukti   kebanyakan dari kita menganggap bahwa orang lain lebih mirip dengan kita daripada mereka sebenarnya . tetapi orang-orang dari berbagai negara sering sangat berbeda dari kita. sehingga cenderung untuk membuat kesalahan jika  menganggap lainnya berbeda daripada membuat asumsi perbedaan sampai kemiripan yang terbukti .
2.         Menekankan deskripsi bukan interpretasi atau evaluasi   interpretasi atau evaluasi yang seseorang telah dikatakan atau dilakukan , berbeda dengan deskripsi , lebih didasarkan pada budaya pengamat dan latar belakang dari atau situasi yang diamati . sebagai hasilnya , menunda penilaian sampai mempunya waktu yang cukup untuk mengamati dan menafsirkan situasi dari perspektif yang berbeda dari semua budaya yang terlibat

3.         Paktek empati   sebelum mengirim pesan , menempatkan diri pada posisi penerima . contoh : nilai-nilai , pengalaman , dan frame atau referensi
4.         Memperlakukan interpretasi Anda sebagai bekerja hipotesis  setelah mengembangkan penjelasan untuk situasi baru atau berpikir, berempati dengan seseorang dari budaya asing , memperlakukan Anda sebagai interpretasi hipotesis yang perlu pengujian lebih lanjut dan bukan sebagai suatu kepastian . hati-hati menilai umpan balik yang diberikan oleh penerima untuk melihat apakah itu menegaskan hipotesis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar