Persepsi
Suatu
proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima
oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan
penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus
yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan
sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi:
Factor in
situation:
l Time
l Work
setting
l Time
setting
Factor in
target:
l Novelty
l Motion
l Sounds
l Size
l Background
l Proximity
l Similarity
Factor in
perceived
l Attitudes
l Motives
l Interests
l Experiences
l Expectations
Teori Atribusi
Sebuah
usaha untuk menjelaskan apakah perilaku individu di sebabkan oleh faktor
eksterna atau faktor internal.
Contoh:
Seorang kasir yang memasang wajah senang ketika melayani pelanggan.
Dalam
teori ini, perilaku seseorang bisa disebabkan oleh factor internal (sifat,
motif, intense), factor eksternal (aspek-aspek fisik dan social) maupun
kombinasi keduanya. Menurut teori ini, ada 3 sumber informasi penting untuk
menjawab mengapa dalam perilaku orang lain, yaitu:
1. Konsensus
Melihat
bagaimana orang yang berbeda merespon stimulus yang sama. Misalnya,
dalam suatu pesta perkawinan, banyak orang menggunakan dasi yang sama bila
menghadiri pesta, karena pesta perkawinan itu acara resmi.
2. Kekhasan
Apakah
orang yang sama memberikan reaksi yang berbeda terhadap situasi yang berbeda.
Dalam kasus pemakaian dasi di atas, orang akan tetap menggunakan dasi meskipun
berada pada situasi yang bukan pesta.
3. Konsistensi
Apabila
orang yang sama melakukan hal yang sama pula ketika berada dalam situasi yang
sama. Dalam kasus pemakaian dasi, orang dinyatakan menunjukkan konsistensinya
apabila orang yang memakai dasi tadi juga melakukan dasi pada pesta perkawinan
selanjutnya.
Fundamental Attribution Error
Pada bias
ini seseorang cenderung memfokuskan pada peran personal sebagai penyebab
perilaku dan cenderung berestimasi rendah atas dampak situasi
Contohnya,
dalam sebuah eksperimen sekelompok orang diminta memainkan kuis dimana setiap
dua orang dipasangkan secara acak yang kemudian diberi tugas masing-masing
sebagai penanya dan yang lainya sebagai kontestan/penjawab. Setelah selesai
kedua kelompok diminta menilai tingkat pengetahuan umum pasangan masing-masing.
Tentu, para kontestan menilai penanya masing masing sebagai orang yang lebih
pintar dari mereka
Pengutamaan diri sendiri (self –serving bias)
Kecenderungan
untuk membenarkan dirinya sendiri dan orang lain dianggap
salah.
Contoh:
seorang mahasiswa tidak lulus dalam sidang skripsi. Masih di dalam ruang
sidang, ia menyalahkan adiknya yang menurutnya telah mengajarkan metode
statistik yang salah. Keluar dari ruang sidang, ia mengeluhkan dosen
pembimbingnya.
Cara cepat yang umumnya digunakan dalam menilai seseorang
1. Persepsi
Selektif : karakteristik apa pun yang membuat seseorang, objek, atau
peristiwa yang bisa dikenali dengan mudah menigkatkan kemungkinanya untuk di
terima. Mengapa ? karena tidak mungkin bagi kita untuk menerima bagi semua yang
kita lihat hanya stimulus tertentu yang bisa di terima.
2. Efek
Halo : ketika kita membuat kesan umum tentang seorang individu
bedasarkan sebuah karakteristik seperti: kepandaian, keramahan, atau
penampilan. Contohnya ketika para siswa menilai guru mereka, para siswa mungkin
memberikan keunggulan untuk satu sifat antusiasme dan membuat seluruh evaluasi
mereka dipengaruhioleh bagaimana mereka menilai guru tersebut berdasarkan itu.
Jadi , seorang guru bisa jadi pendiam, percaya diri, pandai, dan sangat cakap
tetapi jika gayanya kurang bersemangat para siswa mungkin akan memberikan nilai
yang redah untuk guru tersebut.
3. Efek
efek kontras : kita tidak mengevaluasi seseorang secara terisolasi .
reaksi kita terhadap sesorang individu dipengaruhi oleh individu lain yang baru
kita temui. Contoh : mengenai bagaimana efek halo bekerja adalah situasi
wawancara dimana seorang pewawancara melihat serombongan pelamar kerja. Seorang
kandidat cenderung menerima evaluasi yang lebih baik bila didahului oleh para
pelamar dengan kemampuan menengah dan evaluasi yang kurang baik bila di
dahulukan oleh pelamar pelamar yang unggul.
4. Proyeksi :
mudah untuk menilai individu lain bila kita beranggapan bahwa mereka mirip
dengan diri kita. Sebagai contoh, bila anda menginginkan tantangan dan tanggung
jawab dalam pekerjaan anda, anda berasumsi bahwa individu lain mengiginkan hal
yang sama. Atau anda adalah orang yang jujur dan bila di percaya, jadi anda
menganggap oranglain juga jujur dan dapat di percaya kecenderungan untuk
menghubungkan karakteristik karakteristik diri sendiri dengan individu yang
lain ini yang disebut proyeksi.
5. Pembentukan
Stereotip : ketika menilai seorang berdasarkan persepsi tentang
kelompok dimana ia tergabung. Dimana ia tergabung, kita menggunakan jalan
pintas yang disebut pembentukan stereotip. Sebagai contoh, anggap saja anda
adalah seorang manajer penjualan yang sedang mencari individu untuk menempati
posisi penjualan di wilayah anda.
Aplikasi Spesifik Jalan Pintas dalam Organisasi
1. Wawancara
Kerja (Employment interview)
Wawancara
kerja seringkali membuat penilaian menjadi tidak akurat karena persesi yang
terbentuk diakibatkan oleh kesan awal.
2. Ekspektasi
kinerja
Orang-orang
berusaha untuk mensahkan persepsi mereka tentang kenyataan bahkan ketika
persepsi tersebut salah. Self fullfilling prophecy atau pygmalion effect, telah
berkembang untuk mendeskripsikan kenyataan bahwa perilaku seorang individu
ditentukan oleh harapan individu lain.
3. Pembentukan
profil etnis
Pembentukan
stereotype dimana satu kelompok individu dipilih, biasanya berdasarkan ras atau
etnis untuk penyelidikan intensif, inspeksi ketat atau investigasi.
4. Evaluasi
kinerja
Sebuah
penilaian dari kinerja seorang karyawan bisa penilaian obyektif.
Hubungan Antara Keputusan Individu dan Persepsi
Persepsi
memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan.
Pembuatan Keputusan dalam Organisasi
The Rational Model, Bounded Rationality, and Intuition :
1. Rational decision
making
Mendeskripsikan
bagaimana individu harus berperilaku untuk memaksimalkan hasil. Rational model
tidak digunakan dalam praktek nyata. Berikut langkah-langkah dalam rational
making model :
a. Mendefinisikan
masalah
b. Mengidentifikasi
kriteria keputusan
c. Mengalokasikan
kriteria-kriteria yang berbobot
d. Membuat
berbagai alternative
e. Mengevaluasi
alternative
f. Memilih
alternative terbaik
2. Rasionalitas
yang dibatasi
suatu
proses dalam pembuatan keputusan dengan menggunakan model yang sederhana lalu
kemudian disaring sehingga nantinya menjadi mudah untuk dipahami.
3. Intuition
Sebuah
proses bawah sadar yang berasal dari pengalaman yang disaring dan proses ini
tidak selalu terlepas dari analisis rasional. Intuisi juga memberi pengaruh
kuat pada pembuatan keputusan.
Common Biases and Errors in Decision Making
1. Overconfidence
Bias
Adalah
individu yang sering melebih-lebihkan kinerja serta kemampuannya.Individu ini
sering disebut memiliki kemampuan intelektual yang lemah.Adanya kepercayaan
diri yang berlebihan kemungkinan besar muncul ketika anggota-anggota
organisasi mempertimbangkan masalah-masalah yang berada diluar
bidang keahlain mereka.
Contoh :
Pak Joni memiliki keahlian dibidang teknik mesin,namun keahlian ini sangat
ditonjolkan berlebihan di depan atasannya.Ketika atasannya datang,barulah dia
memainkan keahliannya sebegitu baiknya.Namun saat atasannya pergi,ia hanya
bekerja dengan setengah-setengah dan tidak menggunakan keahlian yang
dimilikinya dengan maksimal.
2. Anchoring
bias
Kecenderungan
untuk terpaku pada informasi awal,kemudian gagal untuk menyesuaikan diri dengan
informasi berikutnya.
Contoh :
seorang manajer iklan ingin melakukan sebuah kontrak bisnis dengan customernya
yaitu pemilik Gudang Garam,karena ingin bisnis nya lebih dikenal lagi.Manajer
ini beranggapan bahwa penampilan customernya ini sedemikian rapi,sopan,dan
berkepribadian yang sopan.Ternyata,saat datang,manajer ini kaget melihat
pemilik Gudang Garam yang hanya memakai sandal jepit,berpakaian kaos
oblong,rambut berantakan,dll.Akhirnya informasi yang ia siapkan seketika hilang
diingatannya ,hanya karena kaget melihat penampilan customernya.
3. Confirmation
bias
Kecenderungan
untuk mencari informasi yang menguatkan kembali pilihan masa lalu dan
mengurangi informasi yang bertentangan dengan penilaian-penilaian masa
lalu.Mengumpulkan informasi secara selektif dengan memilah-milah informasi yang
ada.
4. Availability
bias
Kecenderungan
seseorang untuk mendasarkan penilaian mereka pada informasi yang tersedia bagi
mereka.
Contoh :
Beberapa mahasiswa lebih memilih makan di depot kita,daripada makan di pinggir
jalan yang baru buka,karena depot kita menurut para mahasiswa tempatnya bersih
dan makanannya juga enak,sedangkan makanan pinggir jalan yang baru masih belum
ada kejelasan informasinya.
5. Escalation
of commitment
Sikap
yang mempertahankan sebuah keputusan meskipun terdapat bukti nyata bahwa
keputusan tersebut salah.
Contoh :
para pejabat pemerintah yang tetap memilih untuk melakukan korupsi,padahal
mereka tau keputusan yang mereka buat itu salah dan merugikan Negara,tapi
mereka lebih memilih untuk kepentingan dirinya sendiri.
6. Randomness
Error,
Yaitu
kecenderungan seseorang untuk mempercayai bahwa dia dapat memprediksikan apa
yang kemungkinan terjadi di masa yang akan datang.
Contohnya
: ketika seseorang mahasiswa berpikir bahwa “ohh ini dosen Akuntansi Manajemen
yang tidak akan meluluskan kita” disini dia mempercayai bahwa ia dapat
memprediksikan masa depan, hal ini berimbas terhadap keputusannya, alhasil ia
membatalkan PRSnya hanya karena persepsinya seperti itu. Dan penilaiannya
terhadap dosen tersebut jadi buruk.
7. Risk
Aversion (Menghindari resiko)
Yaitu
kecenderungan seseorang untuk lebih memilih hal yang pasti dibandingkan hal
yang beresiko tinggi.
Contohnya
: Bapak A memiliki sebuah restoran yang sudah sangat ramai dikunjungi konsumen,
namun ia tidak berani melakukan inovasi-inovasi yang baru misalnya mengenai
pembaharuan resep maupun expand, keputusan Bapak A ini ia tidak berani
mengambil resiko apabila inovasinya tidak di terima konsumen.
8. Hindsight
Bias (Memandang ke masa lampau),
yaitu
kecenderungan seseorang untuk melihat suatu hasil sebagai sesuatu yang tidak
terhindarkan, serta melebih-lebihkan kemampuan mereka dalam memprediksikan hal tersebut
sebelumnya.
Contohnya
: ketika mahasiswa A mengikuti mata kuliah AKBI semester 2, dia tidak lulus.
Dia lalu sering berkata “kenapa aku tidak lulus,padahal aku sudah berjuang”
Pengaruh dalam Pengambilan Keputusan : Individual Differences dan
Organizational Constraints
Individual
Differences
1. Personality
Penelitian
tentang kepribadian dan pengambilan keputusan menunjukkan bahwa kepribadian
seseorang mempengaruhi keputusan seseorang.
Contohnya
: seseorang yang memiliki kepribadian yang santai serta easy going, apabila ia
dihadapkan terhadap suatu masalah, ia akan bersikap tenang dan mengambil
keputusan tidak secara tergesa-gesa.
2. Gender
Study selama
dua puluh tahun menemukan perempuan menghabiskan lebih banyak waktu daripada
laki-laki dalam menganalisis masa lalu, sekarang, dan masa depan.
Contohnya
: Amel saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang pria sudah lebih dari 6
tahun, si amel ini sering sekali memikirkan masalah-masalah mengenai
hubungannya, ia berpikir sendiri mengenai kapan menikah, bagaimana perlakuan
pacarnya di masa lalu, bagaimana hubungannya sekarang, ketika pacarnya belum
kerja,dsb. Padalan belum tentu si cowoknya ini berpikiran sampai kea rah sana.
3. Mental
Ability
Orang-orang
dengan tingkat mental yang lebih tinggi dari kemampuan mental yang dapat
memproses informasi lebih cepat, memecahkan masalah lebih akurat, dan belajar
lebih cepat.
Contohnya
: Linda merupakan orang yang memliki mental yang kuat, ketika ia mengikuti
kegiataan kepanitiaan, ia dikatakan bahwa dekorasinya kurang baik, hal ini
menjadikan linda berpikir keras,dan segera mencari ide-ide yang lebih baik,
disini ia dalam mengatasi permasalahan tersebut segera memikirkan bagaimana ia
memperbaiki kesalahan tersebut. Apabila si linda ini memiliki mmental yang
lemah maka ia akan merasa down mungkin akan menangis, dan lamban dalam
mengambil tindakan.
4. Cultural
Differences
Latar
belakang budaya dalam pengambilan keputusan secara signifikan dapat
mempengaruhi pemilihan masalah, kedalaman analisis, pentingnya logika dan
rasionalitas, dan apakah keputusan organisasi harus dibuat otokratis oleh
manager atau kolektif dalam group.
Organizational Constraints
1. Performance
Evaluation
Contohnya
: hendra merupakan seorang direktur dalam perusahaan beton, ketika
ia mendengar hal-hal yang negative dari salah satu karyawannya, maka
ia segera mengambil tindakan agar hal negative tersebut tidak terdengar oleh
atasannya lagi. Hendra akan mengevaluasi kegiatan produksi apa yang tidak
sesuai dengan prosedur dan mencari jalan keluarnya.
1.
Reward Systems
Reward system dalam
organisasi mempengaruhi pengambilan keputusan dengan menyarankan pilihan mana
yang mempunyai payoff yang lebih baik. .
2.
Formal Regulations
Semua organisasi kecuali
organisasi yang kecil membuat aturan untuk ditaati dan membuat karyawannya
untuk bertingkah sesuai dengan aturan itu.Dengan aturan yang dibatasi, tentu
saja mereka membatasi pilihan keputusan.
3.
System-Imposed Time constraints
Hampir semua keputusan
penting ada deadline nya.Kondisi ini sering membuat sulit, jika mungkin, bagi
para manajer untuk mengumpulkan semua informasi yang mereka mungkin ingin
sebelum membuat pilihan akhir.
4.
Historical Precedents
Pilihan yang dibuat hari
ini sebagian besar merupakan hasil dari pilihan yang dibuat selama
bertahun-tahun.
Etika
dalam Pembuatan Keputusan
Etika juga termasuk hal yang perlu diperhatikan dalam
segala bentuk pembuatan keputusan. Ada tiga kriteria yang digunakan untuk
melakukan framing keputusan :
1. Pembuatan
keputusannya semata mata berdasarkan outcomes, untuk menghasilkan sesuatu yang
baik dalam jumlah yang besar yang dikenal dengan Utilitarianism. Umumnya dapat
ditemukan dalam pembuatan keputusan berbisnis.
2. Pembuatan
keputusan yang didasarkan pada hak-hak yang dimiliki, seperti saling menghargai
dan melindungi hak-hak dasar tiap individu. Hal ini diterapkan untuk memberikan
kepada whistle-blowers, yaitu individu yang membuka masalah organisasi secara
tidak pantas pada media atau pemerintah menggunakan hak untuk berbicaranya.
3. Pembuatan
keputusannya berdasarkan melaksanakan tiap peraturan yang dibuat secara adil
dan fair, atau adanya keseimbangan dalam distribusi keuntungan dan biaya.
Umumnya digunakan oleh Serikat pekerja, agar mereka mendapatkan upah yang sama
dengan job desk yang dilaksanakan.
Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh tiap tiap
kriteria :
·
Utilitarianism :
o (-)
mengesampingkan hak-hak yang dimiliki oleh individu.
o (+)
pencapaian efisiensi dan produktivitas
·
Fokus pada hak :
o (-)
mencegah tercapainya efisiensi dan produktivitas
o (+)
perlindungan pada individu
dari kecelakaan dan mengutamakan kebebasan dan privasi
·
Fokus pada hukum :
o (-)
mengurangi inovasi, produktivitas dan pengambilan resiko.
o (+)
perlindungan pada individu yang lebih lemah
Meningkatkan
kreativitas dalam Pembuatan Keputusan
Pembuatan keputusan yang rasional juga membutuhkan
kreativitas, yaitu kemampuan untuk membuat gagasan ataupun ide yang berguna.
Kreativtias ini membuat seorang pembuat keputusan menjadi lebih mengenal dan
mengerti permasalahan, yang bahkan tidak dimengerti oleh orang lain.
Tiga komponen utama dalam kreativitas adalah :
1. Expertise
(Keahlian), menjadi dasar dari segala jenis pekerjaan kreatif. Potensi untuk
menjadikan sesuatu yang kreatif bisa terjadi apabila seseorang mempunyai kemampuan, pengetahuan, keahlian di bidang
yang ditekuninya.
2. Creative
thinking skills (Kemampuan berpikir kreatif), karakteristik yang dimiliki
seseorang terkait dengan kreatifitas, penggunaan analogi, dan kemampuan untuk
melihat sesuatu yang sama dalam hal yang berbeda.
3. Intrinsic
task motivation (Motivasi mendasar), yaitu kemauan untuk mengerjakan sesuatu
karena menarik, memuaskan, menyenangkan, dan menantang. Hal inilah yang umumnya
terkait pada seseorang yang menyukai pekerjaan sampai pada titik menjadikannya
sebagai suatu obsesi.
Contoh Kasus :
Suatu organisasi/perusahaan
diberikan kepercayaan untuk menjalankan suatu project di luar kota. Dan
diputuskan project berjalan selama satu bulan. Dan ternyata saat project sedang
berjalan di tengah-tengah proses, terjadi permasalahan kekurangan personil
untuk mengatasi project tersebut dan dikhawatirkan project tidak akan selesai
pada tenggat waktu yang telah ditentukan dan waktunya semakin mepet.
Maka untuk memperlancar
project tersebut pimpinan dapat memutuskan untuk menambahkan personilnya untuk
memperlancar project tersebut walaupun akan ada pengeluaran tambahan untuk
pengiriman personil tersebut bagi organisasi tersebut.
Lucky Club - Lucky Club - Live Casino Games
BalasHapusLucky Club. Lucky Club is a free, real time casino. Play & Win with Lucky Club - Casino Games! The fun never stops. Sign-up today and start playing! luckyclub.live