Selasa, 01 April 2014

Teori Motivasi

MOTIVASI

Motivasi adalah kekuatan dalam diri individu yang akan menunjukkan tingkat usaha, arah, dan ketekunan dalam melaksanakan pekerjaan. Ada dua macam motivasi:
1.        Motivasi intrinsik: motivasi yang berasal dari dalam diri individu
2.        Motivasi ekstrinsik: motivasi yang berasal dari reward yang diberikan oleh pihak lain.
Lingkungan kerja yang motivasional adalah lingkungan yang menyediakan reward yang sesuai dengan kinerja yang diberikan dalam mencapai tujuan organisasi.

TEORI-TEORI MOTIVASI
Teori Klasik:
1.        Teori Hierarchy of Needs (oleh Maslow)
a)        Actualization Self     : Menyadari adanya kemampuan pada diri
b)        Esteem                     : Kebutuhan untuk dihargai
c)        Belongness (sosial)    : Perlunya sosialitas dan cinta kasih
d)       Safety (rasa aman)    : Mempertahankan apa yang ada pada fisik
e)        Physioloical               : Kebutuhan sandang,pangan dan papan
Kebutuhan tingkat rendah (lower order needs) meliputi fisiologis,keamanan dan sosial. Sedangkan kebutuhan tingkat tinggi (higher order needs) meliputi self esteem dan self actualization.
            Ada dua prinsip utama yang digunakan untuk memahami teori Hierarki Kebutuhan
Maslow:
a)        Defisit principle: kebutuhan yang sudah terpuaskan tidak dapat menjadi motivator perilaku.
b)        Progression principle: kebutuhan pada suatu tingkat tidak akan teraktivasi sebelum kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah terpuaskan.
2.        Teori Dua Faktor (oleh Herzberg
Menurut Herzberg, ada dua faktor yang akan membantu kita memahami dampak lingkungan kerja terhadap motivasi, yaitu :
a)        Hygiene factors yang merupakan bagian dari setting tempat kerja (job context) seringkali menjadi sumber ketidakpuasan kerja. Meningkatkan job context tidak dapat meningkatkan kepuasan kerja, namun dapat mencegah dari ketidakpuasan.
b)        Satisfier factors yang merupakan bagian dari apa yang dilakukan oleh orang-orang dalam pekerjaannya (job content) adalah sumber kepuasan kerja.
Implikasi manajerial: (1) Selalu memperbaiki lemahnya faktor-faktor hiegenis untuk menghilangkan sumber ketidakpuasan kerja; (2) Membangun faktor-faktor pemuas dalam job content untuk mengoptimalkan kepuasan kerja.
3.        Teori X dan Y (oleh Mc Gregor)
Seseorang dibedakan menjadi dua karakter:
a)        X       : malas, kerja diawasi, harus dipaksa dan sebagainya. Biasanya berada di area middle low.
b)        Y       : butuh prestasi hingga seseorang dapat menjadi rajin dengan sendirinya, cara kerja tidak terlalu di kontrol. Biasanya berada di area Top Management.
Teori Kontemporer
1.      Teori ERG (oleh Aldefer)
Aldefer meringkas lima kebutuhan Maslow dalam tiga kebutuhan, yaitu : existence, relatedness, dan growth needs. ERG theory memiliki asumsi yang berbeda dengan Hierarki Kebutuhan Maslow:
l  Kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah tidak harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum mengaktivasi kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi
l  Frustassion regression principle: pada saat kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi tidak dapat diaktivasi, maka kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah dapat diaktivasi kembali dan akan mempengaruhi perilaku
Teori ERG berupa:
a)        Growth           : berhubungan dengan aktualisasi diri.
b)        Relatedness   : berhubungan dengan sosialisasi dan kebutuhan dihargai (esteem).
c)        Existence       : berhubungan dengan kebutuhan fisik dan rasa aman.
2.      Teori Penghargaan
Seseorang yang melakukan suatu pekerjaan untuk mendapatkan sesuatu atau imbalan dari pekerjaannya. Ada tiga teori penghargaan:
a)        Upaya-upaya tertentu                          : usaha berbanding lurus dengan kinerja
b)        Kinerja                                               : untuk memperoleh rewards
c)        Rewards                                             : motif dasar dalam melakukan sesuatu. Contoh: seseorang ingin menjadi kaya agar dapat dipandang sebagai orang yang sukses.
3.      Teori Kesetaraan
Seseorang akan termotivasi jika diperlakukan secara adil. Ada dua teori kesetaraan:
a)        Distributif
b)        Komutatif
4.      Teori Goal Setting
Seseorang akan termotivasi jika ada tuntutan standartnya
Contoh: Apabila seorang sales diberi target penjualan tertentu, maka ia akan termotivasi untuk memenuhi target tersebut.
5.      Teori Self Efficacy
Lingkungan eksternal mempengaruhi seseorang

Contoh: Dalam suatu lingkungan banyak orang baik, maka kita pun menjadi orang yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar