Motivation: From Concept to Applications
Proses yang menjelaskan
tentang intensitas individu, arah, dan
ketekunan usaha untuk pencapaian tujuan.
Model
Characteristic Pekerjaan (The Job Chracteristics Model)
Job design merupakan suatu perancangan pekerjaan
dengan proses penentuan tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh pemegang
jabatan, hak untuk mengatur pekerjaan tersebut, dan tanggung jawab dari dari
satu paket pekerjaan.
Job
Characteristic Model adalah Model yang mengusulkan bahwa pekerjaan apa pun
dapat digambarkan dalam hal lima dimensi inti pekerjaan, lima dimensi tersebut:
1.
Keragaman ketrampilan (skill variety)
Tingkat sampai mana pekerjaan membutuhkan
beragam aktivitas sehingga pekerja bisa menggunakan sejumlah ketrampilan dan
bakat yang berbeda. Contoh: pekerjaan yang mendapat nilai tinggi dalam
keanekaragaman ketrampilan adalah pemilik dan operator sebuah bengkel yang
melakukan perbaikan elektris, merenovaso mesin, memodifikasi bodi mobil, dan
berinteraksi dengan pelanggan.
2.
Jati diri tugas (task identity)
Tingkat sejauh mana
penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan dapat dilihat hasilnya dan dapat
dikenali sebagai hasil kinerja seseorang. Tugas yang dirasakan sebagai bagian
dari pekerjaan yang lebih besar dan yang dirasakan tidak merupakan satu
kelengkapan tersendiri menimbulkan rasa tidak puas. Contoh: tukang lemari yang
mendesain furniture, memilih kayu,membuat objek, dan menyelesaikan sampai
sempurna.
3.
Tugas yang penting (task significance)
Tingkat sejauh mana
pekerjaan mempunyai dampak yang berarti bagi kehidupan orang lain, baik orang
tersebut merupakan rekan sekerja dalam suatu perusahaan yang sama maupun orang
lain di lingkungan sekitar. Jika tugas dirasakan penting dan berarti oleh
tenaga kerja, maka ia cenderung mempunyai kepuasan kerja. Contoh: perawat yang
menangani berbagai kebutuhan pasien dalam unit perawatan intensif rumah sakit.
4.
Otonomi
Tingkat kebebasan pemegang kerja, yang mempunyai pengertian ketidaktergantungan dan keleluasaan yang diperlukan untuk menjadwalkan pekerjaan dan memutuskan prosedur apa yang akan digunakan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan yang memberi kebebasan, ketidaktergantungan dan peluang mengambil keputusan akan lebih cepat menimbulkan kepuasan kerja. Contoh: penjual yang merencanakan pekerjaannya sendiri setiap hari dan memutuskan pendekatan penjualan yang paling efektif untuk setiap pelanggan tanpa pengawasan.
Tingkat kebebasan pemegang kerja, yang mempunyai pengertian ketidaktergantungan dan keleluasaan yang diperlukan untuk menjadwalkan pekerjaan dan memutuskan prosedur apa yang akan digunakan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan yang memberi kebebasan, ketidaktergantungan dan peluang mengambil keputusan akan lebih cepat menimbulkan kepuasan kerja. Contoh: penjual yang merencanakan pekerjaannya sendiri setiap hari dan memutuskan pendekatan penjualan yang paling efektif untuk setiap pelanggan tanpa pengawasan.
5.
Umpan Balik
Tingkat kinerja kegiatan
kerja dalam memperoleh informasi tentang keefektifan kegiatannya. Pemberian
balikan pada pekerjaan membantu meningkatkan tingkat kepuasan. Contoh: Pekerja
yang merakit IPod dan mengujinya untuk mengetahui apakah barang tersebut dapat
beroperasi dengan baik.
Tabel
di atas menunjukkan model karakteristik pekerjaan.Seperti yang kita ketahui 3
dimensi pertama : Keanekaragaman keterampilan, identitas tugas, dan arti tugas
di kombinasikan untuk menghasilkan pekerjaan yang berarti.Dengan demikian ,
jika ketiga karakteristik ini berada dalam suatu pekerjaan model tetrsebut
memprediksikan bahwa yang berkepentingan akan melihat pekerjaan sebagai sesuatu
yang penting, bernilai, dan bermanfaat. Perhatikan bahwa pekerjaan yang
mempunyai otonomi member individu yang memegang pekerjaan suatu perasaan
tanggung jawab pribadi untuk hasil dan bahwa ,apabila suatu pekerjaan
memberikan umpan balik,mereka akan mengetahui seberapa efektif mereka bekerja. JCM mengatakan bahwa penghargaan internal didapat
oleh individu ketika mereka mempelajari (pengetahuan akan hasil) bahwa mereka
sendiri (mengalami tanggung jawab) telah bekerja dengan baik untuk suatu tugas
yang mereka pedulikan (mengalami
kepenuhan arti). Semakin tersedianya ketiga keadaan psikologis ini semakin
besar motivasi, kinerja, dan kepuasan kerja para karyawan serta semakin rendah
tingkat ketidakhadiran dan kecenderungan untuk meninggalkan organisasi.
Bagaimana Pekerjaan bisa di rancang ulang?
Redesign pekerjaan merupakan elemen bahwa
pekerjaan dapat dibentuk kembali ke dalam rangka untuk membuat seseorang lebih
termotivasi. Contoh: resepsionis yang bekerja dalam mengambil panggilan telepon
dan melakukan pengajuan sehari-hari, maka karyawan akan bosan dan akhirnya
tidak termotivasi dalam pekerjaan mereka karena mereka tidak belajar dan
melanjutkan tugas yang sama setiap hari.
Beberapa komponen Job Redesigned:
1. Rotasi Pekerjaan (Job Rotation)
Apabila karyawan mengalami rutinitas
berlebihan dari pekerjaan mereka, alternative yang dapat digunakan adalah
rotasi pekerjaan (job rotation di sebut juga pelatihan silang). Rotasi pekerjaan adalah pergantian periodik seorang karyawan
dari satu tugas ke tugas yang lain. Ketika satu aktivitas tidak lagi menantang,
maka karyawan tersebut di pindah ke pekerjaan lain pada tingkat yang sama dan
ketrampilan yang sama. Kelebihan rotasi pekerjaan adalah mampu mengurangi rasa
bosan , meningkatkan motivasi melalui pembuatan variasi untuk
aktivitas-aktivitas karyawan, dan membantu karyawan dalam memahami lebih baik
bagaimana pekerjaan mereka memberikan kontribusi yang baik bagi organisasi. Contoh:
manajer di Apex Precision Technologies (sebuah took mesin Indiana) melatih para
karyawan agar dapat mengoperasikan semua peralatan perusahaan sehingga mereka
dapat di pindah-pindah sebagai respon terhadap persyaratan order-order yang
masuk.
2.
Perluasan
Pekerjaan (Job Enrichment)
Pengayaan
pekerjaan mempeluas pekerjaan dengan meningkatkan sampai mana karyawan
mengendalikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari pekerjaannya.
Pekerjaan yang sudah diperkaya mengatur tugas agar memperkenankan karyawan
untuk melakukan aktivitas sepenuhnya,
meningkatkan kebebasan dan kemerdekaan
karyawan, serta meningkatkan tanggung jawab dan menyediakan umpan balik supaya
dapat menilai dan mengoreksi kinerja mereka sendiri.
Manajemen
dapat memperkaya pekerjaan seorang karyawan dengan mengikuti pedoman usulan
menurut model karakteristik pekerjaan. Mengombinasikan tugas-tugas dilakukan
dengan mengumpulkan tugas-tugas kecil menjadi sebuah pekerjaan yang baru dan
lebih besar. Membentuk unit kerja yang alami berarti tugas yang dikerjakan oleh
seorang karyawan akan menciptakan suatu pekerjaan utuh yang bisa diidentifikasi
dan bermakna. Membangun hubungan dengan klien meningkatkan hubungan langsung
antara pekerja dengan klien merekan ( bisa internal maupun dari luar
organisasi). Meluaskan pekerjaan secara vertikal memberi para karyawan tanggung
jawab dan kendali yang sebelumnya disediakan menajemen. Membuka saluran-saluran
umpan balik memungkinkan karyawan mengetahui seberapa baik merekan melakukan
pekerjaan dan apakah kinerja mereka membaik, memburuk atau berada pada tingkat
yang sama.
Beberapa
versi baru dari pengayaan pekerjaan memusatkan lebih spesifik pada peningkatan
makna dari pekerjaan. Salah satu metode yang paling signifikan adalah dengan
menghubungkan karyawan dengan hasil yang diterima konsumen, hanya dengan
menyediakan karyawan tentang cerita pengalaman konsumen yang mendapat
keuntungan dari barang atau jasa suatu perusahaan.
Metode
lainnya adalah dengan menyediakan program gotong royong atau saling menolong
bagi karyawan. Karyawan yang saling
membantu satu sama lain secara langsung melalui pekerjaan mereka akan memandang
dirinya dan organisasi di mana dia bekerja, dalam keadaan yang pro-sosial dan
lebih positif. Sehingga dapat meningkatkan komintmennya terhadap perusahaan.
Contoh:
The University of Mexico
menyediakan pengayaan pekerjaan melalui latihan-silang(cross-training) untuk
mempelajari keahlian baru dan rotasi pekerjaan untuk dapat melakukan pekerjaan
di jabatan lain. Disediakan 2 karyawan yang berposisi di bagian administrasi
dalam departemen akademik yang sama. Yang satu spesialisasi dalam menangani
dokumen mahasiswa dan yang satunya memproses pembayaran tuisi. Melalui
pengayaan pekerjaan, karyawan bagian dokumen kemahasiswaan mendapat
cross-training dalam kelas HR untuk
mempelajari tentang pembelian dan sistem akuntansi. Sedangkan karyawan yang
biasa menangani akuntansi bekerja dengan karyawan di bagian di=okumen
kemahasiswaan 2 jam per minggunya untuk mempelajari pekerjaan tersebut.
Kemudian kedua karyawan tersebut mengusulkan pertukaran posisi selama musim
panas. Hasilnya, kedua karyawan tersebut telah memperluas keahlian dan
pengalaman mereka, yang dapat digunakan untuk membantu karyawan lain dan
mempersiapkan promosi pada masa yang akan datang.
Pengayaan
pekerjaan sendiri menunjukkan bahwa pengayaan pekerjaan dapat mengurangi absen
dan biaya turnover, tapi bukan berarti semua pengayaan pekerjaan dapat berhasil
efektif.
Susunan
Pekerjaan Alternatif
Susunan pekerjaan alternatif juga
bisa menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi karyawan. Ada 3
susunan kerja alternatif yaitu jam kerja yang fleksibel, pembagian pekerjaan
dan telecommuting.
·
Flextime
(Jam Kerja yang Fleksibel)
Adalah kebijakan yang memungkinkan
pekerja untuk memilih jam kerja mereka. Biasanya flextime memiliki jam kerja
inti tertentuuntuk memungkinkan pertemuan dan interaksi kerja antar karyawan.
Contoh:
Susan Ross bekerja di perusahaan
yang memberlakukan flextime. Kantornya buka mulai pukul 06.00-19.00. Susan
dapat mengatur sendiri 8 jam kerja di antara total 13 jam kerja. Karena dia
mempunyai anak berumur 7 tahun, maka di memilih bekerja pada pukul 06.00-15.00
agar pada saat anaknya pulang sekolah dia sudah di rumah.
·
Job
Sharing (Pembagian Pekerjaan)
Pembagian pekerjaan mengijinkan 2
atau lebih karyawan untuk membagi jam kerja mereka yang 40 jam/minggu.
Contoh:
Sue Manix dan Charlotte Schutzman
sama-sama memegang jabatan wakil direktur suatu perusahaan. Schutzman bekerja
pada hari Senin dan Selasa, sedangkan Manix hari Kamis dan Jumat. Dan mereka
bergantian libur pada hari Rabu.
·
Telecommuting
Telecommuting adalah bekerja di
rumah minimal 2 hari dalam seminggu dan terhubung pada kantor perusahaan.
Pekerjaan ini berlangsung fleksibel, tidak terganggu oleh banyak orang, dan
tidak terlalu mempedulikan penampilan.
Contoh:
Penulis, pengacara.
Konteks Sosial dan
Fisik Kerja
Keberhasilan
suatu pekerjaan dimudahkan atau dihalangi oleh ada atau tidak adanya sumber
–sumber yang mendukung. Beberapa sumber pendukungnya adalah kecerdasan dan
kemapuan yang di miliki seorang individu. Contoh : seorang atlet atau murid
dengan kemampuan yang sedang tapi terus berusaha dengan keras mempunyai kinerja
yang lebih baik dari pada seorang saingan yang lebih berbakat tapi malas. Jadi
kecerdasan dan keterampilan seorang individu harus dipertimbangkan sebagai
motivasi apabila kita harus mampu menjelaskan dan memperediksi kinerja karyawan
dengan akurat. Akan tetapi kecerdasan dan kemampuan masih belum cukup, maka
kita perlu sebuah peluang untuk bekerja. Meskipun seorang individu mungkin
bersedia dan mampu, tetapi juga ada rintangan-rintangan yang menghalangi
kinerja.
Ketika
anda berusaha untuk menilai mengapa seorang karyawan mungkin tidak bekerja pada
tingkat yang menurut anda sesuai dengan kemampuannya, perhatikan lingkungan
kerja untuk mengetahui apakah lingkungan tersebut mendukung. Apakah karyawan
tersebut mempunyai alat, peralatan, material, persediaan yang cukup?Apakah
karyawan berada dalam kingkungan pekerjaan yang menyenangkan?dan laiinnya. Jika
tidak maka kinerja akan buruk.
Keterlibatan Karyawan
Keterlibatan
karyawan adalah sebuah proses partisipatif yang menggunakan masukan karyawan
untuk meningkatkan komitmen demi mencapai keberhasilan organisasi. Logika yang
mendasari adalah jika terlibat dalam keputusan-keputusan yang mempengaruhi
serta meningkatkan otonomi dan kendali mereka atas kehidupan kerja, karyawan
akan menjaddi lebih termotivasi, berkomitmen pada organisasi, produktif, dan
puas pada pekerjaan mereka. Ada dua hal keterlibatan karyawan yaitu, manajemen partisipatif dan partisipasi
perwakilan :
·
Partisipasi
Manajemen (Participative Management)
Yang
berbeda dari karakteristik umum untuk semua program manajemen partisipatif
adalah pengambilan keputusan bersama, di mana bawahan berbagi tingkat signifikan
pengambilan keputusan kekuasaan dengan manajemen superior . Participative
langsung mereka telah dipromosikan untuk moral buruk dan produktivitas rendah. Ada
isu-isu di mana karyawan yang terlibat harus relevan dengan minat mereka
sehingga mereka akan termotivasi, karyawan harus memiliki kompetensi dan
pengetahuan untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat, dan kepercayaan dan
keyakinan harus ada di antara semua pihak.
·
Perwakilan
Karyawan (Representative Employee)
.
Tujuannya adalah untuk mendistribusikan kekuasaan dalam sebuah organisasi,
menempatkan tenaga kerja pada pijakan yang lebih setara dengan kepentingan
manajemen dan stockeholders dengan membiarkan pekerja diwakili oleh sekelompok
kecil karyawan yang benar-benar berpartisipasi. Dua bentuk yang paling umum partisipasi
perwakilan adalah dewan kerja dan
perwakilan dewan. Dewan kerja adalah kelompok yang dicalonkan atau dipilih oleh
karyawan yang harus dikonsultasikan saat manajemen membuat keputusan tentang
karyawan. Perwakilan Dewan adalah karyawan yang duduk di papan direktur
perusahaan dan mewakili kepentingan karyawan perusahaan. Pengaruh partisipasi
perwakilan pada karyawan yang bekerja tampaknya menjadi minimal. Dewan kerja di
dominasi oleh manajemen dan berdampak kecil terhadap karyawan atau organisasi.
Sementara partisipasi dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan perwakilan
karyawan, yang ditunjukkan dengan operator kaaryawan yang mewakili keseluruhan.
Menghubungkan Program
Keterlibatan Karyawan dan Teori Motivasi
Teori
y konsisten dengan manajemen partisipatif dan teori x dengan gaya otokratis
yang lebih tradisional tentang mengelola orang. Kedua faktor ini merupakan program
keterlibatan karyawan yang dapat memberikan motivasi intrinsik dengan
meningkatkan kesempatan untuk pertumbuhan, tanggung jawab, dan keterlibatan
dalam pekerjaan itu sendiri. Kesempatan dalam membuat dan melaksanakan
keputusan ketika karyawan bekerja di luar dapat membantu karyawan sendiri dalam
memenuhi tanggung jawab , prestasi, pengakuan, pertumbuhan, dan meningkatkan
harga diri. Dan program keterlibatan karyawan yang luas jelas memiliki potensi
untuk meningkatkan karyawan motivasi intrinsik dalam tugas-tugas kerja.
Berapakah
bayaran karyawan : Membentuk Struktur Bayaran
Proses pembayarannya membutuhkan
penyeimbangan keadilan internal dan keadilan eksternal. Keadian internal
biasanya melalui proses teknis yang disebut evaluasi pekerjaan.
Sedangkan,keadilan eksternal biasanya ditentukan melalui survey bayaran. Proses
pembayaran yang paling baik yaitu dengan keadilan internal yang memberikan
bayaran sesuai dengan nilainya dan memiliki daya saing dengan pasar tenaga
kerja. Namun demikian ada beberapa organisasi yang lebih suka membayar para
pemimpin dengan memberikan bayaran diatas pasar, sementara beberapa organisasi
yang lain mungkin ketinggalan dari pasar, karena mereka tidak mampu memberikan
bayaran sesuai tarif pasar. Bayaran seringkali merupakan satu satunya biaya
operasi yang paling tinggi bagi sebuah organisasi,yang berarti bahwa memberikan
terlalu banyak bayaran bisa membuat produk /jasa organisasi terlalu mahal.
Contoh kasus :Pada jaman sekarang
ini,hampir semua karyawan menuntut harga yang sesuai dengan UMR bahkan
lebih,namun bayaran itu terkadang tidak sesuai dengan apa yang mereka
kerjakan.Terkadang mereka hanya kerja setengah saja,tetapi meminta bayaran
tinggi.
Ini adalah keputusan strategis yang
harus dibuat oleh organisasi,dengan nilai tukar yang jelas dan dengan jumlah
bayaran yang memang sesuai.
Cara
Pembayaran : Memberikan Penghargaan kepada Karyawan Individual Melalui Program
Variabel Bayaran
Beberapa organisasi-perusahaan
bisnis, distrik sekolah,dan perwakilan pemerintah yang lain sudah mulai beralih
dari pembayaran individu hanya berdasarkan kualifikasi atau lamanya jasa menjadi penggunaaan program
variable bayaran.
Rencana tarif per bagian
pekerjaan,bayaran berdasarkan prestasi, bonus, pembagian laba dan ,rencana
kepemilikan saham karyawan merupakan bentuk dari program variable
bayaran(variable pay program). Banyak perusahaan yang membayar karyawan
berdasarkan senioritas, oleh karena itu pendapatan sering berubah naik turun
seiring ukuran kinerja. Rencana variable bayaran telah lama digunakan untuk
member kompensasi kepada para penjual dan eksekutif,baru-baru ini diterapkan
untuk para karyawan.
Jenis-jenis program variable
bayaran :
§ Piece-Rate
Pay : adalah bayaran berdasarkan tarif per bagian.Dalam rencana bayaran
berdasarkan tarif per bagian,para pekerja diberi bayaran dalam jumlah tetap
untuk setiap unit produksi yang diselesaikan.Contoh : Pak Boni berkeliling
menjualkan bakpao miliknya.Bila Pak Boni mampu menjual 50 bakpao dan semuanya
laku terjual maka pendapatannya hanya Rp 50,- Semakin banyak bakpao yang
dijual,maka semakin besar pula pendapatannya.
§ Merit-Based
Pay : adalah bayaran berdasarkan prestasi.Rencana bayaran berdasarkan prestasi
didasarkan pada penilaian kinerja.Keunggulan utamanya adalah rencana tersebut
memungkinkan para pemberi kerja untuk membedakan bayaran berdasarkan
kinerja,sehingga individu yang dianggap berprestasi tinggi akan diberi kenaikan
lebih besar.Rencana tsb bisa memotivasi para karyawan,karena dengan itu para
karyawan akan berusaha memberikan prestasi terbaiknya.
Merit-Based
Pay memungkinkan organisasi untuk mengimbangi factor-faktor eksternal yang mengurangi
ukuran –ukuran kinerja yang objektif karena tidak adanya kesalahan dari
karyawan.
Merit-Based
Pay memiliki keterbatasan,salah satunya biasanya,rencana seperti ini didasarkan
pada penilaian kinerja tahunan.Jadi bayaran berdasarkan prestasi adalah sama
atau tidak validnya dengan perlu memiliki kepemilikan secara
psikologis.Karyawan harus terus diberi informasi secara teratur tentang status
bisnis serta peluangnya.
·
Bonus : rencana gaji
yang memberikan penghargaan kepada karyawan untuk alasan adanya kinerja baru-baru ini, bukan kinerja historis.
§ Skill-Based
Pay : adalah alternatif untuk job based pay yang tingkat bayarannya tergantung
dari seberapa banyak kemampuan karyawan atau berapa banyak pekerjaan yang bisa
ia lakukan.
§ Profit-Sharing
Plan : adalah rencana pembagian keuntungan/laba. Rencana pembagian keuntungan adalah program organisasi
yang mendistribusikan kompensasi didasarkan pada beberapa formula yang telah
disepakati dirancang di sekitar profitabilitas
perusahaan.Kompensasi
dapat menunjukkan pengeluaran kas secara langsung,terutama untuk top manager.
§ Gainsharing : adalah perencanaan insentif grup yang
berdasarkan atas formula yang menggunakan peningkatan dalam produktivitas grup
dari satu periode ke periode lainnya menentukan jumlah total uang yang
dialokasikan.Gainsharing berbeda dari profit sharing karena itu menghubungkan
reward dengan produktivitas yang diraih daripada keuntungan.
§ Employee Stock Ownership Plans : adalah perencanaan keuntungan dari perusahaan dimana
para karyawan mendapatkan saham,biasanya dibawah harga pasar,sebagai bagian
dari keuntungan mereka.
§ Evaluation of Variable Pay: Variabel pay dapat
meningkatkan motivasi dan produktifitas suatu perusahaan. Studi umumnya
mendukung gagasan bahwa organisasi dengan rencana pembagian keuntungan memiliki
tingkat profitabilitas yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki
rencana pembagian keuntungan. Pembagian keuntungan telah ditemukan untuk
meningkatkan produktivitas dalam sebagian besar kasus dan sering memiliki
dampak positif pada sikap karyawan.
MANFAAT
FLEKSIBEL: MENGEMBANGKAN PAKET MANFAAT
karyawan menyesuaikan program
keuntungan mereka untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka dengan memilih dan
memilih dari menu pilihan manfaat.
Tipe flexible benefit ada 3 :
1. Modular
plans
Merupakan
package yg sebelumnya telah didesain dimana setiap manfaat disesuaikan dengan
kebutuhan dr kelompok karyawan spesifik. Modul didesain untuk karyawan tunggal
(single) yang tidak bergantung. Termasuk manfaat penting. Lainnya di desain
untuk single parent yg mgkn adanya tambahan asuransi jiwa, cacat, dan
pengcoveran kesehatan.
2. Core-Plus
option
terdiri
dari inti manfaat penting dan seperti pemilihan manfaat lainnya yang dapat
dipilih oleh karyawan. Setiap karyawan diberi “benefit credit’ untuk “purchase”
tambahan manfaat untuk kebutuhan yang unik.
3. Flexible
spending account
Memungkinkan
karyawan menggunakan manfaat dollar bebas pajak untuk manfaat dan membayar
premi layanan
PENGHARGAAN
INTRINSIK : PROGRAM PENGAKUAN KARYAWAN
Laura
Schendell hanya mendapatkan 8,5 dollar per jam bekerja di restoran makanan
cepat saji di Pensacola, florida, dan pekerjaan itu tidakbegitu menantang atau
menarik. Namun, laura berbicara secara antusias tentang pekerjaannya,
atasannya, dan perusahaan yang memperkerjakan dirinya “yang saya sukai adalah
kenyataan bahwa Guy (pengawasnya) menghargai usaha yang saya lakuakan. Ia
memuji saya di depan individu lain dalam shift saya dan sudah dua kali saya
terpilih sebagai “Karyawan bulan ini” selama enam bulan terakhir. Apakah anda
melihat foto saya di dinding?”
Organisasi semakin mengakui apa yang
diketahui laura schendell : penghargaan pekerjaan yang penting bisa berupa
penghargaan intrinsic dan ekstrinsik. Penghargaan intrinsic dapat berupa
program pengakuan karyawan dan penghargaan ekstrinsik dapat berupa system
kompensasi.
Program pengakuan karyawan berkisar
dari ucapan “terimakasih” yang spontan dan pribadi sampai program formal yang
di umumkan secara luas di mana jenis-jenis perilaku tertentu dianjurkan dan
prosedur untuk mencapai pengakuan di identifikasi dengan jelas.
Nichols Foods Ltd., perusahaan
pembotolan minumanringan dan sirup di Inggris, memliki sebuah program pengakuan
yang komprehensif. Pada ruang masuk utama area produksinya terdapat “papan
bulletin”, dimana prestasi-prestasi dari berbagai individu dan tim di
perbaharui secara teratur. Penghargaan bulanan diberikan kepada
individu-individu yang dinominasikan oleh teman-teman atas usaha yang luar
biasa dalam pekerjaan. Para pemenang penghargaan bulanan bisa di pilih lebih
lanjut dalam acara pertemuan tahunan di luar tempat kerja untuk semua karyawan.
Sebaliknya, sebagian manajer
menggunakan pendekatan yang jauh lebih informal. Julia Stewart, direktur
restoran Applebee’s sering meninggalkan catatan-catatan tertutup di kursi
karyawan setelah semua orang pulan. Catatan ini menjelaskan bagaimana kritikan
steweart tentang pekerjaan seseorang atau bagaimana ia menghargai penyelesaian
proyek terbaru. Stweart juga mengandalkan pesan suara yang di tinggalkan untuk
memberitahu karyawan betapa ia menghargai pekerjaan yang diselesaikan dengan
baik.
Jadi kesimpulannya
:
Apa itu penghargaan intrinsic?
Penghargaan yang diterima seseorang sebagai imbalan atas jerih payahnya namun
tidak dalam bentuk uang. Penghargaan tersebut dapat berupa pengakuan karyawan.
Contohnya gini. Si Claudia ini bekerja pada perusahaan A, memang gajinya tidak
terlalu besar, serta bagi Claudia pekerjaan ini tidaklah menarik, namun yang
membuat ia bertahan pada perkerjaan ini adalah apa yang sudah dikerjakan oleh
Claudia ini di hargai. Jadi perusahaan ini mempunyai papan billboard yang
memuat prestasi dan kinerja-kinerja yang bagus. Nah si Claudia ini terpilih dan
terpasang di billboard.
IMPLIKASI
GLOBAL
Tidak setiap pendekatan telah
dipelajari oleh penelitian lintas-budaya, jadi kita mempertimbangkan perbedaan
lintas-budaya dalam beberapa hal, yaitu :
1.
Job
Characteristic and Job Enrichment
Beberapa
studi telah menguji model karakteristik pekerjaan dalam budaya yang berbeda,
karena hasilnya sangat tidak konsisten. Satu studi menunjukkan bahwa ketika
karyawan mempunyai orientasi lain yang berkaitan dengan kesejahteraan orang
lain di tempat kerja, hubungan antara pekerjaan intrinsik karakteristik dan
kepuasan kerja lebih lemah. Fakta bahwa model karakteristik pekerjaan relatif
individualistis (mengingat hubungan antara karyawan dan pekerjaannya)
menunjukkan strategi pengayaan pekerjaan mungkin tidak memiliki efek yang sama
dalam budaya kolektif seperti yang terjadi dalam budaya individualistik
(seperti United States)
2.
Telecommuting
Telecommuting adalah model atau perjanjian kerja di mana karyawan
memperoleh fleksibilitas bekerja dalam hal tempat dan waktu kerja dengan
bantuan teknologi telekomunikasi. Pertama, satu studi
menunjukkan bahwa telecommuting lebih sering terjadi di U.S daripada
negara-negara serikat Eropa kecuali Belanda. Keuntungan telecommuting ialah menciptakan keseimbangan antara bekerja
dengan pekerjaan rumah dengan lebih baik. Sedangkan hambatannya ialah
ketidakpercayaan terhadap karyawan dan ketidakterhubungan personal di antara
para karyawan.
3.
Variable
Pay
Variable
pay, digunakan untuk mengenali dan menghargai kontribusi karyawan terhadap
produktivitas perusahaan, profitabilitas, kualitas dan sejenisnya. Variable pay
sering didasarkan pada dua faktor utama, yaitu : kinerja Anda sendiri dan
kinerja perusahaan Anda. Jadi, sebagian besar skema yang berkembang oleh
perusahaan memiliki target penetapan dan pembayaran aktual berdasarkan kombinasi
tersebut. Variable pay diberikan dalam berbagai format termasuk bagi hasil,
bonus, dan tunjangan hari raya.
4.
Flexible
Benefits
Hingga
hari ini, hampir semua perusahaan di Amerika menawarkan flexible benefits.
Rencana tunjangan yang fleksibel memungkinkan karyawan untuk memilih manfaat
yang mereka inginkan atau butuhkan dari paket program yang ditawarkan oleh
perusahaan . Rencana tunjangan fleksibel dapat mencakup asuransi kesehatan ,
atau tunjangan pension.
Rencana
tunjangan yang fleksibel telah menjadi semakin populer Hal ini telah memberikan
pengaruh besar pada kemampuan bisnis untuk memberikan manfaat bagi karyawannya.
5.
Employee
Involvement
Keterlibatan
karyawan adalah menciptakan suatu lingkungan di mana orang berdampak pada
keputusan dan tindakan yang mempengaruhi pekerjaan mereka. Intrinsik sebagian
besar proses keterlibatan karyawan adalah pelatihan dalam efektivitas tim,
komunikasi, dan pemecahan masalah, pengembangan reward dan sistem pengenalan,
dan sering, berbagi keuntungan yang dibuat melalui upaya keterlibatan karyawan.
Program
Keterlibatan karyawan berbeda setiap Negara. Sebuah studi membandingkan
penerimaan program keterlibatan karyawan dalam empat Negara yang berbeda,
termasuk Amerika dan India yang menegaskan pentingnya memodifikasi parktek
untuk mencerminkan budaya nasional. Sementara karyawan AS mudah menerima
program ini, manajer di India yang mencoba untuk memberdayakan karyawan mereka
melalui program keterlibatan karyawan yang dinilai rendah oleh karyawan. Reaksi
ini konsisten dengan budaya India, yang menerima dan mengharapkan perbedaan
dalam otoritas. Sama, para pekerja Cina yang sangat menerima nilai-nilai
tradisional Cina menunjukkan beberapa manfaat dari pengambilan keputusan
partisipatif, tetapi pekerja yang kurang tradisional lebih puas dan memiliki
peringkat kinerja yang lebih tinggi di bawah manajemen partisipatif. Penelitian
ini menggambarkan perbedaan substansial dalam bagaimana praktek manajemen yang
dirasakan oleh individu dalam maupun antar Negara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar