~
PERILAKU ORGANISASI ~
Foundation
of Individual Behavior
Ada 3 variabel individu
, yaitu :
1. Biographical
Characteristic
· karakter
personal yang menempel pada kehidupan seseorang secara natural
(usia,gender,sex,morial status) yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku
(ras,suku).
· Keunikan
individu akan mempengaruhi perilaku individu.
Fact
or illusion?
a) Umur
menentukan produktifitasnya seseorang atau tidak
Menurut Badan Penelitian Statistik (BPS)
usia produktifitas seseorang antara 20 tahun sampai 55 tahun. Produktivitas
atau tidaknya seseorang ditentukan oleh:
· Kemampuan
seseorang dalam memproduksi sesuatu, walaupun sudah lebih dari usia produktifitas.
· Secara
fisik kondisi seorang individu masih baik (tidak cacat).
· Usia
seseorang yang melebihi usia produktifitas biasanya memiliki cara berpikir,
wawasan, dan pengalaman yang lebih luas, maka mereka cenderung bekerja dengan
menggunakan otak dibandingkan kekuatan fisik.
Apa yang dilakukan
pimpinan untuk menghadapi karyawan yang usianya melebihi usia produktif,
misalnya 60 tahun?
~Apabila perusahaan
masih membutuhkan karyawan tersebut, pimpinan bisa memberikan sarana dan
prasarana yang baik atau memindahkannya ke divisi yang sesuai.
~Apabila perusahaan
sudah tidak membutuhkan lagi karyawan tersebut, maka pimpinan bisa menekan
karyawan tersebut dengan memberikan tugas-tugas yang lebih berat dengan harapan
karayawan mengajukan pengunduran diri.
b) Orang
sudah bekerja lama di suatu perusahaan biasanya sulit untuk keluar dari
perusahaan tersebut
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
· Faktor
Resiko
· Zona
Nyaman
· Beradaptasi
· Fasilitas
dan jabatan yang berbeda
c) Pekerjaan
yang dipengaruhi oleh gender.
Hal ini dilakukan untuk menghindari
factor resiko dan pandangan-pandangan negative (stereotype).Biasanya jadwal
pekerjaan juga dipengaruhi dengan gender.
d) Orang
yang sudah menikah lebih rendah tingkat absensinya
Biasanya ,orang yang sudah menikah lebih
cenderung bertanggung jawab terhadap pekerjaannya karena ia mempunyai kebutuhan
untuk menghidupi keluarganya.Sedangkan,orang yang belum menikah biasanya lebih
suka berpetualang dengan berganti pekerjaan untuk mencari pengalaman.
2. Ability
Kapasitas/kemampuan
seseorang dalam melakukan pekerjaannya dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Intelektual
· Intellect
dan Intelligence
Intellect
disini merupakan kapasitas mental seseorang, bagaimana individu dapat
beradaptasi dengan lingkungannya.
Contohnya
: Seseorang yang awalnya bekerja di perusahaan A, kemudian pindah ke perusahaan
B, otomatis orang tersebut harus menyesuaikan lingkungan dan kondisi perusahaanya
yang baru.
Intellect
dan intelligence mempengaruhi kinerja dan kepuasaan seseorang dalam bekerja,
apabila kemampuan seseorang tersebut kurang, akan mempengaruhi hasil kerjanya.
· Intelegence
dibagi menjadi 4 :
1. Kognitif
2. sosial
3. emosional
dan
4. cultural.
· Intellect
dibagi menjadi 7 dimensi :
1. Kecerdasaan
numeric
Kemampuan
seseorang menghitung cepat dan tepat.
2. Pemahaman
verbal
Kemampuan
seseoranhg untuk memahami apa yang didengar dan dibaca serta hubungannya.
3. Kecepatan
perceptual
Kemampuan
seseorang mengenali kemiripan dan beda visual dengan cepat.
4. Penalaran
induktif
Kemampuan
seseorang mengenali urutan secara logis untuk keputusan. Induktif disini harus
melihat dulu bagaimana konteksnya
5. Penalaran
deduktif
Kemampuan
seseorang mengenali logika dan implikasi argument. Deduktif harus melihat dulu
peraturannya.
6. Visualisasi
ruagan
Kemampuan
seseorang berimajinasi dan perspektif objek.
7. Ingatan
Kemampuan
seseorang mengenal dan menghafal.
b. Fisikal
Kapasitas seseorang untuk melakukan
tugas yang membutuhkan stamina, kekuatan, dan sejenisnya.
Contohnya : pekerjaan kuli bangunan.
· Faktor
kekuatan :
1. Kekuatan
yang dinamis
2. Trunk
strength
3. Static
strength
4. Explosive
strength
· Flexibity
factors
1.
Extent flexibility
2. Dynamic
flexibility
· Faktor
lain :
1. Body
coordination
2. Balance
3. Stamina
3. Learning
atau pembelajaran
Setiap
perubahan yang permanen dalam perilaku yang menjadi sebagai akibat dari
pengalaman.
· Contoh
: apabila seseorang ketahuan mecuri, maka ia akan di penjarakan atau dihukum
masa.
· Learning
ada 4 teori :
1. Classical
conditioning
Jenis
pengkondisian dimana indivbidu memberikan tanggapan terhadap beberapa stimulus
(pemicu) yang tidak akan menghasilkan respon tersebut.
Ada
4 kunci :
a. Unconditional
stimulus
b. Unconditional
response
c. Conditional
stimulus
d. Conditional
response
Contoh classical
conditioning:
Adanya pemicu. Contoh :
seorang wanita yang sedang jatuh cinta, ia akan terpicu untuk berdandan cantik
ke kampus agar terlihat oleh pria yang di sukainya. Apabila pria tersebut tidak
ada maka ia akan berdandan biasa saja.
2. Operant
Conditioning
Jenis
pengkondisian dimana individu selalu mencari rewards dan menghindari
punishment.
Konsep
kunci
a. refleksif (unlearn) behavior
b. Conditional
(learn) behavior
c. Reinforcement
Contoh : dalam kelas
Akuntansi manajemen apabila mahasiswa membawa modul maka akan diberi poin
sebesar 5, apabila tidak membawa akan di kurangi 5 poin.
3. Social-Learning
theory
Dimana
individu dapat belajar melalui observasi dan pengalaman langsung.
Contoh
: cotohnya mahasiwa magang. Dari magang tersebut mahasiwa mendapatkan
pengalaman kerja.
Konsep
kunci :
a. Attentional
processes
b. Retention
processes
c. Motor
reproduction processes
d. Reinforcement
processes
4. Shapingg
behavior
Secara
sistematika memperkuat tiap langkah succesif yang membuat individu lebih dekat
kepada respon yang di inginkan.
Konsep
kunci :
a. Jadi
penguatan diperlukan untuk mengubah perilaku.
b. Beberapa
penghargaan lebih efektif disbanding yang lain.
c. Waktu
penguatan berpengaruh pada kecepatan pembelajaran secara permanen. Contoh :
orang yang bekerja di pertamina SPBU akan selalu mengucapkan “dimulai dari nol
yaa” kepada setiap customernya.
v Penguatan
ada 4 yaitu :
1. Penguatan
positif
2. Penguatan
negative
3. Penguatan
hukuman
4. Penguatan
pemadaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar