Organizational
Change
Pengertian
Perubahan Organisasi
Perubahan organisasi ( organization change )
adalah modifikasi substansif pada beberapa bagian organisasi meliputi jadwal
pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin – mesin,
rancangan organisasi dan lain – lain.
Tujuan
Perubahan Organisasi
Perubahan organisasi memiliki sejumlah tujuan,
baik yang bersifat eksplisit maupun implisit. Greiner dan Barnes
mengkategorikan tujuan – tujuan yang paling umum diantaranya :
·
Hasil pekerjaan yang lebih baik
·
Penerimaan teknik – teknik baru
·
Motivasi yang meningkat
·
Inovasi lebih banyak
·
Kerjasama yang meningkat
·
Absennya pekerja dalam jumlah lebih
sedikit.
Kekuatan
– Kekuatan yang Mendorong Perubahan Organisasi
Ada
beberapa kekuatan yang dapat berperan sebagai perangsang perubahan, diantaranya
:
1. Kondisi
Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang
digunakan oleh organisasi kemungkinan memiliki latar belakang budaya yang
berbeda dan sangat beragam. Persoalan tenaga kerja dalam organisasi merupakan
faktor internal organisasi yang sangat berpengaruh terhadap perubahan
organisasi. Problem – problem internal organisasi yang sering
terjadi yaitu :
·
Problem hubungan antar anggota
·
Problem dalam proses kejasama
·
Problem keuangan
2. Teknologi
Perkembangan
dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat dan murah
mendorong perusahaan untuk memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan
kinerja organisasi secara efektif dan efisien. Sebagai contoh dalam organisasi
bisnis, internet dan short message service ( SMS ) dapat
mendorong perusahaan untuk memperluas pemasarannya melalui e-commerce.
Penggunaan komputer dan otomatisasi yang meningkat serta program TQM dapat
meningkatkan kualitas organisasi.
3. Guncangan
Ekonomi
Guncangan ekonomi
dalam bentuk kejutan – kejutan ekonomi menimbulkan dampak – dampak yang luar
biasa bagi keberadaan organisasi. Perubahan harga minyak dunia, fluktuasi
tingkat suku bunga, fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan tingkat inflasi
yag begitu cepat mendorong perusahaan untuk mengubah strategi – strategi mereka
dalam mencapai keunggulan kompetitifnya. Guncangan – guncangan ekonomi
merupakan faktor yang sulit dikendalikan oleh organisasi, namun memberikan
pengaruh yang besar bagi keberadaan organisasi.
4. Kompetisi
Dalam era
globalisasi dan liberalisasi ekonomi, persaingan yang semakin kompetitif
merupakan suatu hal yang tidak terelakan. Tingginya tingkat persaingan memaksa
organisasi untuk berubah dalam mempertahankan diri dan meningkatkan
keunggulan bersaingnya. Selain itu, organisasi dituntut untuk berinovasi dalam
mengembangkan produk – produk baru dan masuk ke dalam pasar yang semakin
terbuka. Contoh persaingan global seperti merger dan konsolidasi serta
pertumbuhan pedagang eceran khusus.
5. Kecenderungan
Sosial
Tren – tren
sosial yang senantiasa berubah mengikuti perkembangan sosial yang cenderung
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi mendorong organisasi untuk
menggunakan dunia maya seperti penggunaan home page dan e-commercesebagai
saran untuk mencapai tujuan organisasi.
6. Politik
Dunia
Perubahan –
perubahan politik dunia juga membawa perubahan – perubahan dalam praktik bisnis
perusahaan. Berbagai peristiwa besar seperti runtuhnya Uni Soviet, runtuhnya
tembok Berlin, reunivikasi negara Jerman, dan invasi Irak atas Kuwait, itu
semua harus direspon secara baik oleh organisasi. Contoh lain, hampir seluruh
kontraktor besar departemen pertahanan Amerika Serikat harus
berpikir ulang akan usaha bisnis mereka dan membuat perubahan serius dalam
menanggapi bubarnya negara Uni Soviet dan menyusutnya dana pembiayaan untuk
Pentagon.
Pentingnya
Perubahan Terencana
Perubahan yang dilakukan oleh organisasi dapat
memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan kinerja organisasi jika
perubahan – perubahan tersebut terencana dan dikelola dengan baik. Perubahan
terencana merupakan kegiatan perubahan yang disengaja dan berorientasi tujuan.
Ada dua sasaran dari perubahan terencana yaitu :
1. Perubahan
tersebut mengupayakan perbaikan kemampuan organisasi menyesuaikan diri terhadap
perubahan lingkungan.
2. Perubahan
itu mengupayakan perubahan perilaku karyawan.
Perubahan
– perubahan terencana yang dilakukan oleh agen – agen perubahan di dalam
organisai tidak sepenuhnya berjalan lancar, berbagai penolakan terhadap
perubahan akan terjadi di dalam sebuah organisasi.
Penolakan
terhadap perubahan
Ada
dua sumber penolakan terhadap perubahan yaitu :
1. Penolakan
individu
Sumber penolakan
perubahan yang bersifat individual terkait dengan karakteristik manusiawi dan
aspek psikologis. Ada 5 alasan mengapa individu menolak perubahan, diantaranya
:
Kebiasaan
Individu – individu dalam organisasi
cenderung menolak perubahan – perubahan yang dapat mengubah kebiasaan –
kebiasaan yang sudah dilakukan individu sebelumnya.
Keamanan
Orang dengan kebutuhan yang tinggi
akan keamanan cenderung akan menolak perubahan karena perubahan itu mengancam
perasaan aman mereka.
Rasa
takut terhadap yang tidak diketahui
Perubahan dapat menggantikan sesuatu
yang telah diketahui menjadi sesuatu yang ambigu dan tidak pasti. Ambiguitas
dan ketidakpastian ini menimbulkan rasa takut sehingga menjadi sumber penolakan
terhadap perubahan.
Pengolahan
informasi selektif
Individu cenderung memilih dan
mengolah informasi yang mereka pilih dan membentuk persepsi mereka tentang
sesuatu hal. Individu cenderung mengabaikan informasi – informasi yang berbeda
dengan apa yang menjadi persepsi mereka termasuk informasi tentang perlunya
atau manfaat positif dari perubahan di dalam sebuah organisasi. Hal ini menjadi
sumber penolakan terhadap perubahan di dalam organisasi tersebut.
2. Penolakan
organisasi
Organisasi
cenderung sulit menerima perubahan karena bersifat konservatif yakni ingin
menjalankan apa yang selama ini mereka lakukan. Ada enam sumber penolakan
organisasi terhadap perubahan yaitu :
Kelembaban
struktural
Hal ini timbul karena organisasi
mempunyai mekanisme perekrutan, penempatan dan diklat karyawan yang
menghasilkan kestabilan. Karyawan yang telah diseleksi dan dipilih kemudian
ditempatkan pada posisi sesuai dengan keahliannya. Ketika dihadapkan pada
perubahan, kelembaban struktural ini bertindak sebagai pengimbang yang mampu
mempertahankan stabilitas.
Karena tidak menyeluruh
Perubahan yang dilakukan pada sebuah
subsistem tidak akan berhasil jika tidak diimbangi dengan perubahan pada
subsistem yang lain, karena organisasi terbentuk dari sejumlah subsistem yang
saling berhubungan.
Kelembaban
kelompok
Norma kelompok dapat menjadi kendala
ketika individu – individu ingin mengubah perilaku mereka. Seorang karyawan
bersedia menerima perubahan yang dilakukan organisasi mereka namun norma yang
berlaku pada serikat karyawan menolak perubahan yang dilakukan organisasi
tersebut.
Ancaman terhadap keahlian
Perubahan pola organisasi dapat
mengancam keahlian kelompok – kelompok tertentu dan menjadi penolakan terhadap
perubahan yang sedang terjadi. Contonya perubahan sistem informasi dari sistem
manual ke sistem komputer dapat diartikan sebagai ancaman bagi orang – orang
yang ahli dalam sistem informasi manual.
Ancaman terhadap hubungan
kekuasaan yang mapan ( status quo )
Adanya perubahan dalam seperti
redistribusi wewenang pengambilan keputusan dapat mengancam hubungan kekuasaan yang
telah mapan di dalam sebuah organisasi. Misalnya pengambilan keputusan
partisipatif atau tim kerja swakelola merupakan jenis perubahan yang sering
dianggap sebagai ancaman oleh para manajer menengah.
Ancaman terhadap alokasi sumber
daya yang mapan
Kelompok - kelompok di
dalam organisasi yang mendapat manfaat besar dari alokasi sumber daya yang ada
sering merasa terancam oleh perubahan – perubahan yang dapat mempengaruhi
alokasi sumber daya tersebut.
Mengatasi
penolakan terhadap perubahan
Penolakan
terhadap perubahan baik yang berasal dari individu maupun organisasi merupakan
hal yang tidak dapat dihindarkan dari aktivitas perubahan di dalam organisasi.
Agen perubahan harus memilih taktik yang tepat untuk mengatasi penolakan
terhadap perubahan. Taktik tersebut diantaranya :
·
Diberikan pendidikan dan membangun
komunikasi yang baik antara manajemen dan karyawan baik secara individu maupun
kelompok.
·
Melibatkan individu untuk
berpartisipasi dalam mengambil keputusan perubahan.
·
Beri kemudahan dan dukungan, misalnya
dukungan dalam bentuk penyuluhan dan terapi, pelatihan keterampilan baru atau
pemberian cuti yang dibayar.
·
Rundingkan dengan pihak – pihak
yang menolak perubahan.
·
Manipulasi dan kooptasi, manipulasi
bisa dalam bentuk menghasut, memutar balikkan fakta, menahan informasi yang
tidak diinginkan atau menciptakan desas desus palsu. Sedangkan kooptasi
merupakan bentuk manipulasi sekaligus partisipasi yakni berupaya menyuap
pemimpin kelompok penolak dengan memberi mereka peran utama dalam keputusan
perubahan.
·
Pemaksaan, dilakukan melalui penerapan
ancaman atau kekuatan langsung terhadap penolak berupa ancaman mutasi,
hilangnya promosi, evaluasi kinerja yang buruk, dan surat rekomendasi yang
buruk.
Teknik
Untuk Membawa Perubahan
-
Pelatihan kepekaan : Setiap orang diharuskan untuk memiliki kemampuan dalam
mengambil inisiatif sehingga dapat menajamkan kepekaannya.
-
Survey umpan balik : Survey dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan dalam
suatu organisasi sehingga apabila ada permasalahan dapat langsung diatasi.
-
Proses konsultasi : Terkadang sebuah organisasi tidak menyadari aspek mana yang
masih perlu dikembangkan, untuk itulah diperlukan konsultasi dengan pihak luar
organisasi.
-
Team building : Team building meliputi penetapan tujuan, pengembangan hubungan
interpersonal anatar tim, dan analisis peran.
-
Intergroup development : Pengembangan antar kelompok berguna untuk mengubah
sikap kelompok, stereotip dan persepsi dengan satu sama lain.
-
Appreciate inquiry : Mengidentifikaso kualitas yang unik dan kekuatan khusus
dari orang dan mengimprovisasi akan lebih baik daripada mencari masalah untuk
diperbaiki.
Creating
A Culture For Change
Menciptakan
Budaya Untuk Berubah – Merangsang Budaya yang Inovatif
Inovasi yang dimaksudkan adalah
inovasi yang membawa perubahan, akan tetapi tidak semua perubahan selalu
memperkenalkan ide-ide baru atau mengakibatkan perbaikan yang signifikan.
Sumber-
sumber dari inovasi :
1.
Struktur
organisasi memberikan fleksibilitas, adaptasi dan cross-fertilization yang
membuat adopsi lebih mudah.
2.
Semakin
lama masa jabatan maka pengetahuannya juga lebih baik.
3.
Memilik
banyak sumber daya memungkinkan suatu organisasi untuk mampu membeli inovasi,
menanggung biaya, membiasakan mereka dengan aturan organisasi dan menahan
kegagalan.
4.
Komunikasi
internal yang tinggi melalui komite, task forces, cross functional team dan
mekanisme lain.
Idea
Champion
Idea champion mampu mendapatkan
komitmen dari orang lain, mengambil keputusan dengan bijaksana. Idea champion
melakukan hal yang berbeda dalam budaya yang berbeda. Jadi idea champion adalah
orang yang aktif dan bersemangat mempromosikan ide, memberikan dukungan,
mengatasi perlawanan dan memastikan bahwa suatu ide dilaksanakan.
Creating
a Learning Organization (Menciptakan Learning Organization)
Cara lain organisasi dapat secara aktif
mengelola perubahan adalah membuat pertumbuhan yang berkelanjutan dari budaya
yang menjadi sebuah learning organization. Learning organization secara terus
menerus beradaptasi dan berubah.
·
Single-loop
learning yaitu ketika
mereka mendeteksi kesalahan, proses koreksi mereka bergantung pada rutinitas masa
lalu dan kebijakan sekarang.
·
Double
loop learning yaitu memperbaiki
kesalahan dengan memodifikasi tujuan, kebijakan, dan prosedur standar dan
menantang asumsi-asumsi yang berakar dan norma-norma
Learning organization adalah bentuk dari
solusi atas masalah organisasi tradisional seperti fragmentasi, persaingan dan
kereaktifan.
1. Pertama, fragmentasi menciptakan dinding yang
memisahkan fungsi yang berbeda ke dalam dan menyebabkan kompetisi.
2. Kedua, penekanan yang berlebihan pada kompetisi
sering melemahkan kolaborasi. Divisi bersaing ketika mereka harus bekerja sama
dan berbagi pengetahuan. Pemimpin tim bersaing untuk menunjukkan siapa manajer
yang terbaik.
3. Ketiga, reactiveness yang lebih menekankan pemecahan
masalah daripada penciptaan. Pemecah masalah mencoba membuat sesuatu yang
pergi, sementara seorang pencipta mencoba untuk membawa sesuatu yang baru.
Characteristics of a Learning Organization
1. Ada
visi bersama
2. Membuang
cara lama berpikir dan rutinitas standar untuk memecahkan masalah atau melakukan
pekerjaan
3. Memikirkan
semua proses organisasi, kegiatan, fungsi, dan interaksi dengan lingkungan
sebagai bagian dari sistem antar hubungan.
4. Terbuka
berkomunikasi dengan satu sama lain
5. Minat
yang sama untuk bekerja sama untuk mencapai visi organisasi
Managing Learning
1. Menetapkan
sebuah strategi. Manajemen perlu membuat komitmennya untuk perubahan, inovasi
dan perbaikan terus-menerus.
2. Mendesain
ulang struktur organisasi. Perataan struktur, menggabungkan departemen dan
meningkatkan penggunaan tim lintas fungsional memperkuat tim
3. Membentuk
kembali budaya organisasi. Manajemen perlu mendorong konflik dan membuka
keterbukaan di tempat kerja.
Perubahan
Politik
Perubahan radikal terlalu mengancam.Hal ini
menjelaskan mengapa dewan komisaris yang sering beralih ke calon pemimpin baru
Approaches to Managing Organizational Change
Pendekatan untuk Mengatur Perubahan Organisasi
Lewin’s
Three Step Model
Kurl Lewin berpendapat bahwa perubahan
yang sukses dalam organisasi hendaknya mengikuti tiga langkah : Melelehkan [unfreezing]
statue quo,gerakan ke keadaan baru, danmembekukan [refreezing] perubahan baru umtuk membuatnya permanen.
Status quo dapat dianggap sebagai keadaan
keseimbangan. Untuk bergerak menjauhi keseimbangan ini untuk mengatasi tekanan
dari keenganan individu maupun jonformitas kelompok diperlukan pelelehan.Kekuatan
pendorong [Driving forces], yang mengarahkan perilaku menjauhi status quo,
dapat di tingkatkan.
Kekuatan penahan[Restraining forces], yang merintangi gerakan menjauhi keseimbangan
yang ada, dapat dikurangi . Alternatif ketiga adalah menggabungkan kedua pendekatan pertama.
Manajemen
juga bisa mencairkan penerimaan status quo dengan menghapus kekuatan menahan.
Keluhan dan pemahaman tiap karyawan dapat didengar dan diperjenih . Asumsikan
bahwa sebagian besar rasa takut itu tidak berdasar, penyuluh dapat menjamin ke
para karyawan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan kemudian
memperlihatkannya , lewat bukti yang berwujud, bahwa kekuatan penahan itu tidak
beralasan, jika penolakan itu luar biasa tinggi, manajemen mungkin harus
memilih mengurangi penolakan maupun meningkakan daya tarik alternative itu agar
pelelehan itu berhasil.
Delapan
Langkah Rencana Pelaksanaan Perubahan – Kotter
John Kotter membangun tiga langkah
model Lewin untuk menciptakan pendekatan yang lebih rinci untuk menerapkan
perubahan. Kotter mulai dengan mendaftar kesalahan umum manajer ketika mencoba
memulai perubahan kemudian membuat delapan langkah berurutan untuk mengatasi
masalah ini.:
1.
Menetapkan
rasa urgensi dengan menciptakan alasan kuat mengapa perubahan diperlukan.
2.
Membentuk
koalisi dengan kekuatan yang cukup untuk memimpin perubahan.
3.
Membuat
visi baru untuk mengarahkan perubahan dan strategi untuk mencapai visi.
4.
Mengkomunikasikan
visi ke seluruh organisasi.
5.
Memberdayakan
orang untuk bertindak atas visi dengan menghilangkan hambatan untuk mengubah
dan mendorong pengambilan resiko dan pemecahan masalah secara kreatif.
6.
Perencanaan,
pembuatan, penghargaan “kemenangan” jangka pendek untuk menggerakkan organisasi
menuju visi baru.
7.
Konsolidasi
perbaikan, menilai kembali perubahan, dan membuat penyesuaian yang diperlukan
dalam program baru.
8.
Memperkuat perubahan dengan menunjukkan hubungan antara
perilaku baru dan keberhasilan organisasi.
Empat langkah pertama Kotter dasarnya
ekstrapolasi tahap Lewin “unfreezing”. Langkah 5, 6 dan 7 mewakili “gerakan”
dan tahap terakhir bekerja pada “refreezing”. Jadi kontribusi Kotter terletak
dalam menyediakan manajer dan agen perubahan dengan panduan yang lebih rinci
untuk berhasil mengimplementasikan perubahan.
Action
Research
Action research adalah proses perubahan
berdasarkan pengumpulan data yang sistematis dan pemilihan tindakan perubahan
berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh data yang dianalisis.
Penelitian tindakan terdiri dari 5 langkah:
Diagnosa
Agen perubahan mengumpulkan informasi tentang
masalah dan perubahan yang diperlukan dari anggota organisasi
Analisa
Dalam penelitian tindakan, agen perubahan
mengajukan pertanyaan, ulasan catatan, dan wawancara karyawan dan mendengarkan
keluhan mereka. Penelitian tindakan membutuhkan orang-orang yang akan
berpartisipasi dalam program perubahan untuk membantu mengidentifikasi masalah
dan menentukan solusi.
Umpan
balik
Karyawan dengan bantuan agen perubahan,
mengembangkan rencana tindakan yang akan dilakukan untuk membawa perubahan yang
diperlukan.
Contoh : Ketika ada rapat terbuka tentang
kenaikan harga jual suatu produk,para manajer melibatkan para karyawan untuk
mengeluarkan ide mereka,para karyawan aktif memberikan feedback mereka demi
kemajuan perusahaan.
Tindakan
Karyawan dan agen peubahan melaksanakan
tindakan spesifik yang telah mereka identifikasi untuk memperbaiki masalah.
Contoh : bila ada suatu masalah misalnya
keluhan konsumen,para karyawan yang menerima kritik dari konsumen sebaiknya
langsung melapor pada pihak yang menangani masalah,sehingga bisa langsung
diluruskan permasalahannya.
Evaluasi
Mengevaluasi efektivitas rencana aksi, dengan
menggunakan data awal sebagai patokan. Setelah kita melaksanakannya,kita
mengevaluasi dari awal hingga pada hasil akhirnya,apa saja yang masih perlu
dibenahi,ditambahkan,atau mungkin dihilangkan.
Penelitian tindakan memberikan setidaknya 2
manfaat spesifik:
1.
Melihat
pada fokus masalah. Agen perubahan melihat masalah secara
objektif. Jenis masalah menentukan jenis tindakan perubahan.
2. Karena tindakan penelitian melibatkan karyawan
secara menyeluruh dalam proses, hal itu mengurangi
resistensi terhadap perubahan. Setelah karyawan telah berpartisipasi aktif
dalam tahap umpan balik,proses
Organizational
Development
Pengembangan organisasi adalah kumpulan cara
pengembangan efektivitas organisasi dan kesejahteraan pekerja. Pengembangan
organisasi ini menghargai manusia(pekerja), pertumbuhan organisasi, kolaborasi,
proses partisipasi dan semangat penyelidikan. Pengembangan organisasi berfokus
pada kesadaran individu akan lingkungan kerjanya
Ada 5 pokok penting dari pengembangan
organisasi yaitu:
1. Menghormati orang : Harus menghargai dan
memperlakukan setiap orang dengan baik, sopan, tiap orang merasa bertanggung
jawab dan berhati-hati akan tindakannya
2. Saling membantu dan percaya: Organisasi yang
baik adalah organisasi yang memiliki karakter
yang baik, bisa dipercaya, dan
terbuka
3. Kesamaan kekuasaan: Organisasi yang efektif
adalah organisasi yang menekankan pada kekuasaan hirarki dan kontrol
4. Konfrontasi: Masalah harus diatasi keterbukaan
5. Partisipasi: Dibutuhkan partisipasi dari semua
anggota organisasi dalam pembuatan keputusan serta komitmen untuk mengimplikasikannya